Badai Rita Guncang Harga Minyak

Badai Rita Guncang Harga Minyak

- detikFinance
Selasa, 20 Sep 2005 10:31 WIB
Jakarta - Harga minyak dunia kembali terguncang dan mengalami kenaikan lebih dari US$ 4 dolar per barel akibat munculnya Badai Rita di wilayah sekitar Bahama, AS.Harga minyak kembali melonjak setelah para pakar cuaca memrediksi badai Rita bisa berubah arah dan melewati Teluk Meksiko. Jika betul melewati kawasan Teluk Meksiko, para analis mengkhawatirkan produksi minyak dan gas akan terganggu lagi. Padahal sejumlah fasilitas perminyakan di kawasan tersebut belum pulih pasca dihantam badai Katrina yang diperkirakan menelan kerugian hingga US$ 100 miliar. Harga minyak jenis light untuk pengantaran Oktober pada perdagangan Senin (19/9/2005) di New York ditutup naik US$ 4,39 menjadi US$ 67,39 per barel. Namun harga minyak sempat mencapai level tertingginya di US$ 67,5 per barel pada awal perdagangan. Di London, harga minyak jenis Brent untuk pengantaran November juga melonjak hingga US$ 3,8 menjadi US$ 65,61 per barel. "Alasan harga minyak kembali meningkat adalah munculnya badai baru ini yang dikhawatirkan dapat memunculkan gangguan terhadap fasilitas perminyakan di Teluk Meksiko," kata pialang dari Prudential Christopher Bellew seperti dilansir AFP, Selasa (20/9/2005).Warga di sekitar Key West di Florida dan pulau-pulau sekitarnya telah diperintahkan untuk mengungsi karena badai Rita dikhawatirkan menjadi badai yang kuat. Pada 30 Agustus, badai Katrina menghantam Teluk Meksiko dan melontarkan harga minyak dunia ke level tertingginya sepanjang sejarah di level US$ 70,85 per barel.Namun harga minyak selanjutnya secara perlahan surut setelah AS dan beberapa negara industri lainnya mengeluarkan cadangan minyak daruratnya."Sebenarnya kami masih terpukul oleh badai yang sebelumnya (Katrina). Dan jika badai baru ini kembali merintangi, maka akan muncul kekurangan pasokan kembali," kata pialang dari Sucden Robert Montefusco.Perhatian pelaku pasar juga tengah terpusat pada pertemuan negara-negara produsen minyak OPEC di Wina pada Senin dan Selasa awal pekan ini. Pertemuan tersebut akan membahas tentang kuota produksi minyak OPEC.Namun OPEC diperkirakan menawarkan 2 juta barel per hari minyak mentah jika diperlukan untuk mengamankan pasokan. "Saya kira kami akan mencapai kesepakatan untuk angka dua juta barel itu," kata Presiden OPEC Sheikh Ahmad Fahd al-Sabah.OPEC juga berjanji untuk tetap mengamankan stok minyak karena pasar terlihat belum yakin pasca badai Katrina. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads