Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 01 Mar 2019 11:46 WIB

Bagasi Berbayar dan Jalan Tol Bikin Jumlah Penumpang Pesawat Turun

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut terjadi penurunan pada jumlah penumpang angkutan udara atau pesawat terbang domestik pada Januari 2019. Deputi Bidang Statistik, Distribusi dan Jasa BPS Yunita Rusanti menjelaskan hal ini terjadi karena kebijakan bagasi berbayar yang ditetapkan oleh beberapa maskapai penerbangan.

Yunita menyebutkan jumlah penumpang angkutan udara domestik pada Januari 2019 sebanyak 6,7 juta orang, atau turun 16,07% dibandingkan Desember 2018 secara bulanan.

Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 7,6 juta orang atau turun 12,55% secara tahunan. Secara rinci, penurunan jumlah penumpang terjadi di Bandara Soekarno-Hatta sebesar 23,31%, Bandara Juanda Surabaya turun 12,74%, Bandara Ngurah Rai Bali turun 9,90%, dan Bandara Hasanuddin Makassar turun 6,55%.

"Karena bagasi berbayar (penerbangan) lebih ke domestik," kata Yunita di kantor BPS, Jakarta Pusat, Jumat (1/3/2019).


Yunita menyebutkan, selain kebijakan bagasi berbayar, adanya peralihan pola perjalanan masyarakat dari angkutan udara ke angkutan darat melalui jalur tol juga turut memberikan andil pada penurunan penumpang angkutan udara di Januari 2019.

"Untuk angkutan udara, secara umum ada peralihan. Dengan adanya tol, yang langsung Jakarta-Surabaya, membuka peluang angkutan udara, sudah tarifnya naik, jadi beralih ke darat. Apalagi sudah ada tol. Jadi pengaruh juga (adanya jalan tol)," jelasnya.


Sementara untuk jumlah penumpang angkutan udara tujuan internasional pada Januari 2019 tercatat sebanyak 1,5 juta orang, turun 7,18%. Namun jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 1,35 juta orang, jumlah penumpang angkutan udara tujuan internasional ini meningkat 11,27% yoy.

"Penurunan jumlah penumpang terjadi di Bandara Soekarno-Hatta sebesar 16,7%, Bandara Juanda Surabaya sebesar 15,56 %, dan Bandara Kualanamu Medan sebesar 8,15%," tambahnya. (kil/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed