ADVERTISEMENT

Wanita Ini Bisa Raup 40 Juta untuk Sekali Jastip

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Minggu, 03 Mar 2019 16:10 WIB
Ilustrasi/Foto: Thinkstock
Jakarta - Mengambil peluang usaha dari jasa titip alias Jastip memang cukup menggiurkan. Bila rutin dilakukan, omzet puluhan juta untuk sekali jalan pun bisa didapat dari bisnis ini.

Hal itu lah yang dilakukan oleh Astie sejak 2013 lalu. Di awal-awal menjalani usaha ini, Asti mengaku membuka Jastip untuk harian. Biasanya, dia pergi ke mal-mal di kawasan Bandung, Jawa Barat untuk membeli barang-barang titipan khusus anak.

"Karena dulu merasa abis ngelahirin sudah jalan ke mana-mana, jadi mending Jastip aja buat ibu yang baru lahiran. Terus berjalannya waktu mulai merambah ke luar juga," katanya kepada detikFinance, Minggu (3/3/2019).

Seiring berjalannya waktu tersebut, Astie juga cukup fokus dalam menjalani bisnis ini. Bahkan, ia bisa dibilang sebagai profesional di bisnis ini. Dia memiliki strategi marketing dan promo melalui media sosial, hingga endorsment.


"Jadi gimana cara ngereach orang lebih banyak biar tahu aku mau pergi. Sekarang kan ada Instagram, aku jualan di Instagram, bisa iklan di sana, endorsment, jadi memang tiap bulan ada budget promo yang dikeluarin," jelasnya.

Dengan gencarnya melakukan berbagai promosi tersebut, Astie kini telah memiliki pelanggan tetap dan banyak pelanggan baru setiap bulannya. "Jadi sebelum aku pergi orderan udah mulai masuk terus. Sudah punya customer royal dan tiap bulan ada saja nambah customer baru," jelasnya.

Kini, setiap bulan Astie rutin membuka Jastip ke luar negeri. Negara tujuannya mulai dari Singapura, Thailand, hingga Jepang. Dari situ, Astie bisa mendapat omzet hingga Rp 40-50 juta dalam sekali belanja ke luar negeri.

"Itu sekali live shopping ya, omzetnya Rp 40 jutaan, profit kurang lebih setengahnya ya kan ada tiket pesawat hotel dan lain-lain," tuturnya.


Astie menjelaskan, sebelum berangkat untuk belanja biasanya dia memasarkan rencananya lewat media sosial. Nah saat pemasaran itu, para pelanggan sudah mulai memesam barang-barang yang diinginkan.

Jadi, sebelum berangkat Astie sudah memiliki target barang-barang yang akan dibeli di luar negeri. Kemudian, para pelanggan harus membayar penuh sebelum Astie mulai berangkat. Astie harus pintar-pintar menghitung agar jangan sampai merugi ketika dirinya telah belanja ke luar. Karenanya, biaya yang dipatok untuk jasanya pun beragam.

"Kalau aku ada templatenya misalnya ke Jepang berapa, ke Bangkok berapa, ke Kuala Lumpur berapa nggak bisa disamaratakan. Karena tergantung nilai barang, tergantug kurs, tergantung tiket pesawat hotel, jadi banyak faktornya," katanya.



Lebih dari itu Astie mengatakan tak banyak memiliki kesulitan dalam menjalani usaha ini. Yang terpenting ialah tak mudah lelah dan harus senang jalan-jalan untuk menjalani bisnis Jastip ini.

"Susahnya ya capek, karena fisik ini kan. Kalau jalan-jalannya ya seru," tuturnya. (fdl/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT