Bos BI Pede Ekonomi RI Tumbuh 6% dalam 5 Tahun ke Depan

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 04 Mar 2019 12:15 WIB
Foto: Sylke Febrina Laucereno
Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyebut saat ini kondisi global memang sedang tidak ramah untuk seluruh negara termasuk Indonesia. Namun BI optimis pertumbuhan ekonomi bisa lebih baik tahun ini.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan pertumbuhan ekonomi 6% bisa dicapai dalam jangka waktu 4-5 tahun ke depan. Tahun 2018 memang pertumbuhan ekonomi RI berada di level 5,17%.

"Kami optimis pertumbuhan bisa tinggi, rupiah stabil, inflasi rendah. Ke depan, insyaAllah 5 tahun ke depan sepanjang ada kontinyuitas ini bisa ke arah 6%, ya 4-5 tahun ke depan," ujar Perry dalam sebuah diskusi di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Senin (4/3/2019).


Dia menjelaskan ada tiga strategi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang semakin kuat, yakni berkoordinasi intensif pemerintah dan kementerian-lembaga terkait lainnya, kemudian bauran kebijakan fiskal dan moneter.

Selain moneter, menurut Perry, Bank Sentral juga fokus menyoroti era digitalisasi. Dia menambahkan memasuki era industri digital, BI juga akan memanfaatkan kecanggihan teknologi komunikasi untuk membangun keuangan digital.

Dia menyebutkan, bank sentral sudah bertemu dengan 10 bank untuk membahas digitalisasi banking, termasuk bagaimana mengintegrasikan keuangan untuk mendorong UMKM dan persoalan fintech. Melalui keuangan digital, Perry meyakini adanya proses pengawasan yang lebih baik sehingga mampu meminimalisir pencucian uang.

"Kami ketemu 10 bank untuk digitalisasi banking, e-wallet dan sebagainya, kami akan seminar, kami integrasi keuangan dan dorong UMKM digital banking dari pusat keuangan ekonomi digital, kemudian fintech linking dengan digital banking dan bangun inovasi anti money laundering," tandasnya.


Perry mengungkapkan, BI optimis dan terus mengawal ekonomi Indonesia untuk mendorong pertumbuhan yakni dengan menggunakan 5 'jamu' yang dimiliki BI. Kelima jamu tersebut yaitu kebijakan moneter, kebijakan makroprudensial, sistem pembayaran, pengendalian pasar keuangan dan keuangan syariah. "BI punya lima jamu, ada jamu arahkan ke stabilitas dan jamu growth," ujarnya.

Janji ketiga yaitu BI berkomitmen untuk terus membangun sinergi dengan berbagai stakeholder termasuk pemerintah. Menurut Perry sejak ia menjabat sebagai Gubernur BI, pihaknya telah menjaga sinergi dengan lintas kementerian dan lembaga termasuk juga OJK, LPS, dunia keuangan dan dunia usaha.

"Kami bangun sinergi sinergi sinergi. Waktu yang saya spend adalah bertemu dengan pengusaha, perbankan yaitu what we can do together untuk bangun ekonomi kita ini. Saya mau share dengan ibu bapak sekalian untuk itu," tandasnya. (kil/zlf)