Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 05 Mar 2019 14:13 WIB

Yakin Jokowi Tak Nepotisme, JK: Anak Beliau Bisnis Martabak & Pisang

Muhammad Fida Ul Haq - detikFinance
Foto: Wapres Jusuf Kalla atau JK (Muhammad Fida Ul Haq/detikcom) Foto: Wapres Jusuf Kalla atau JK (Muhammad Fida Ul Haq/detikcom)
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menghadiri acara alumni pejabat eselon satu dan dua yang pernah menjalani pendidikan di Lembaga Adminsitrasi Negara (LAN). JK memberi kesempatan untuk bertanya jawab dengan peserta.

Salah satu peserta meminta JK membandingkan gaya kepemimpinan era Presiden Soeharto, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan Presiden Joko Widodo (Jokowi). JK menyinggung Jokowi sebagai sosok yang bersih terutama tidak melibatkan posisinya untuk kepentingan keluaraga.

"Nepotisme juga saya kira tidak. Saya yakin, karena anak beliau yang paling tua bisnisnya katering dan martabak. Juga yang kedua jual pisang goreng. Jadi nggak ada hubungannya dengan pemerintah," kata JK di Kantor LAN, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Selasa (5/3/2019).


JK mengatakan Jokowi sebagai sosok yang bekerja keras, bahkan dalam setahun ada 200 rapat dengan Jokowi.

"Pak Jokowi ini pas, karena dia apa saja masalah di kabinet kita rapatkan, sehingga setahun rapat lebih dari 200 kali, beliau selalu ingin mendapat pandangan dari sekjen dan kementerian," sebutnya.

JK sendiri tidak menyebutkan siapa pemimpin yang paling baik. Dia menyinggung soal Soeharto yang gaya kepemimpinannya mirip dengan gaya pemimpin di negara Asia Tenggara lainnya pada saat itu.


"Pemimpin itu sesuai zaman. Pak Harto bisa 33 tahun mula-mula sangat demokratis. Partai ada, pemilu berjalan dengan baik, tapi setelah kepentingan-kepentingan yang berbeda dari masyarakat, monopolistik, ada yang banyak terjadi nepotisme, ada karena proyek-proyek maka terjadi krisis," tuturJK

"Maka Pak Harto, jadi dalam kondisi seperti itu Pak Harto lebih otoriter. Tapi memang tiga pemimpin di ASEAN hampir sama. Pak Harto, Mahathir, Lee Kuan Yew, dan juga Marcos di Filipina," sambungnya.

JK lalu menyinggung kepemimpinan SBY yang sangat terbuka. Dia mengatakan masa pemerintahan SBY demokratis.


"Pak SBY sangat demokratis karena dialah yang dari TNI, melaksanakan demokrasi, ide-ide seperti itu, sehingga dwi fungsi dihilangkan," ucapnya.

JK tidak menyimpulkan siapa pemimpin yang paling baik. Menurutnya, semua presiden punya kekuatan dan kelemahan.

"Jadi kesimpulan semua presiden punya kekuatan dan kelemahan," tutur JK. (fdu/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com