Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 06 Mar 2019 11:24 WIB

Resmikan Gudang Kedelai di Sidoarjo, Bulog Yakin Bisa Tekan Impor

Suparno Nodhor - detikFinance
Foto: Sylke Febrina Laucereno Foto: Sylke Febrina Laucereno
Sidoarjo - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso meresmikan Gudang Kedelai milik Perum Bulog di Komplek Pergudangan Banjar Kemantren Subdivre Surabaya Utara, Divre Jawa Timur, di Buduran Sidoarjo.

Infrastruktur pascapanen dengan kapasitas 3.500 ton ini siap digunakan untuk menyimpan kedelai hasil pertanian produsen kedelai di Jawa Timur seperti dari Banyuwangi, Sampang, dan Lamongan.

Gudang yang merupakan realisasi dari program Penyertaan Modal Negara (PMN) mulai dibangun pada akhir tahun 2017 lalu. Gudang kedelai ini merupakan bentuk bukti kesiapan Perum Bulog dalam menerima penugasan pemerintah terutama untuk komoditas kedelai.

"Selain tempat penyimpanan, gudang ini juga telah dilengkapi dengan alat-alat pendukung seperti alat pengatur kelembapan udara dan alat kemas," kata Budi Waseso Direktur utama Bulog kepada wartawan di Buduran Sidoarjo, Rabu (6/3/2019).


Budi menambahkan, gudang Kedelai ini merupakan realisasi dari amanah UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Perpres Nomor 48 Tahun 2016 tentang Penugasan kepada Perum Bulog untuk menjaga ketahanan pangan nasional.

"Dengan adanya gudang seperti ini ke depannya pemerintah tidak akan mengimpor kedelai. Selain itu juga untuk memudahkan perajin tahu dan tempe yang sebelumnya selalu membeli kedelai import, pindah ke kedelai lokal dengan harga yang murah di banding kedelai import," tambah Budi.

Lebih lanjut Budi menjelaskan untuk menjaga ketersediaan dan stabilisasi harga pangan pada tingkat konsumen serta produsen, Perum Bulog harus dilengkapi dengan ketersediaan maupun pengembangan infrastruktur pascapanen terutama untuk komoditas pajale (padi, jagung dan kedelai).

"Indonesia ini merupakan konsumen kedelai terbesar di dunia, masyarakatnya banyak yang mengonsumsi tahu, tempe, kecap. Karena itu kami siap jika sewaktu-waktu pemerintah memberikan tugas," jelas Budi.


Gudang dengan panjang 54 meter dan lebar 30 meter ini merupakan salah satu infrastruktur pascapanen yang dibangun di wilayah Jawa Timur. Selain ini, Perum Bulog juga masih menyiapkan beberapa faslitas lain seperti Modern Rice Milling Plant (MRMP) dan Rice to Rice ( RTR)di lokasi-lokasi sentra komoditas beras, juga Corn Drying Center (CDC) di lokasi-lokasi sentra produksi dan konsumsi komoditas jagung.

Dalam rangkaian acara peresmian Gudang Kedelai ini juga dilakukan pemberian santunan kepada 100 anak yatim dan Pasar Sembako Murah seharga 50 ribu rupiah sebanyak 500 paket berisi produk-produk Perum Bulog seperti Beras Kita, Beras Kita Renceng, gula Manis Kita, dan Minyak Goreng Kita. Kegiatan ini merupakan bentuk tanggungjawab sosial Perum Bulog kepada masyarakat sekitar wilayah kerja sekaligus untuk memperkenalkan produk unggulan Bulog. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed