Warteg Mulai Menjamur di Jabodetabek, Ada Fenomena Apa?

Liputan Khusus

Warteg Mulai Menjamur di Jabodetabek, Ada Fenomena Apa?

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Kamis, 07 Mar 2019 21:02 WIB
Jakarta - Warung tegal (Warteg) saat ini telah menjamur di Jabodetabek,salah satunya Warteg Kharisma Bahari yang telah memiliki hingga 200 cabang. Lantas,ada fenomena apa?

Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Pieter Abdullah mengatakan pada dasarnya menjamurnya warteg bukan lah sebuah fenomenal yang baru. Sebab, hal tersebut sama halnya dengan munculnya rumah makan padang.

"Ya sebenarnya nggak juga ya, biasa karena sebenarnya rumah makan padang sama saja," kata dia saat berbincang dengan detikFinance pekan lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanya saja, warteg saat ini telah dinilai ʻnaik kelasʻ. Sebab, tak hanya masyarakat menengah ke bawah yang menikmati makanan di warteg tetapi juga masyarakat menengah ke atas.

Pasalnya, setiap orang memiliki selera makan yang dekat dengan masakan rumah.

"Jadi jaringan warteg bahari ini banyak, model rumah makan padang. Bedanya warteg ini level agak naik kelas, menarget pasar yang lebih tinggi dikit. Orang kantor kan suka makan warteg jadi harga terjangkau mereka ngejar omzet," paparnya.



Sementara itu, ia juga menyoroti fenomena ini bukan lah bagian dari kemudahan berbisnis di Indonesia. Pada dasarnya, usaha mikro,kecil dan menengah tergolong mudah dibuka di Indonesia.

"Bukan, ini kelas warung di Indonesia dunia memang mudah, kalau mau buka bisa di mana saja, sangat mudah. Jadi fenomena biasa," ungkapnya.

Sekadar informasi, Warteg Kharisma sendiri merupakan usaha franchise dari pria bernama Sayudi. Usaha ini bisa dibeli oleh investor dengan modal mulai Rp 110 juta hingga Rp 150 juta.

(eds/eds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads