Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 13 Mar 2019 12:11 WIB

Harga Ayam Jatuh, Peternak Klaim Rugi hingga Rp 2 T

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Mochamad Solehudin Foto: Mochamad Solehudin
Jakarta - Peternak ayam yang tergabung dalam Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) mengaku mengalami kerugian hingga Rp 2 triliun. Hal itu dikarenakan harga ayam yang jatuh.

Menurut Ketua Umum Pinsar Singgih Januratmoko kerugian tersebut tercatat sejak September hingga Maret ini. Sebab, harga ayam dari kandang ke pedagang pernah dipatok hingga Rp 14.000 per kg

Padahal, harga pembelian pokok (HPP) yang dipatok pemerintah sebesar Rp 20.000 hingga Rp 22.000 per kg.

"Jadi harga ayam Rp 18.000 sampai Rp 20.000 tapi kan harga (dari pemerintah) Rp 20.000 sampai Rp 22.000 ini nggak pernah tercapai. Bahkan minggu lalu harga Rp 14.000 sampai Rp 15.000," jelas dia kepada detikFinance, Rabu (13/3/2019).


"Jadi September-Maret kerugian peternak mandiri itu sampai Rp 2 triliun," sambung dia.

Singgih mengungkapkan, ketidakserasian harga di pasar, dengan aturan pemerintah dikarenakan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian tak bekerja bersama-sama.


Sebab, Kemendag memutuskan untuk menaikkan HPP di tengah daya beli yang rendah. Selain itu, Kementan juga tetap menyuplai day old chicken (DOC).

"Jadi ini harga acuan naik Rp 20.000-22.000 per kg tapi nggak lihat cuaca juga kalau daya beli turun. Ini kementerian jalan sendiri-sendiri yang mana diatur kan daya beli turun tapi supply DOC tetap banyak jadi gimana supaya seimbang ya dua-duanya harus koordinasi," tegas dia.


Harga Ayam Jatuh, Peternak Klaim Rugi hingga Rp 2 T
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed