Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 14 Mar 2019 17:24 WIB

Sudah Bayar Pajak, Kok Masih Harus Lapor SPT Lagi?

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Internet Foto: Internet
Jakarta - Setiap Pekerja umumnya sudah mendapat potongan pajak dalam bentuk pajak penghasilan (PPh) saat menerima gaji atau honor. Namun, kenapa sih mesti lapor SPT lagi setiap tahun?

Menurut Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo SPT memiliki fungsi untuk melaporkan serta mempertanggungjawabkan jumlah pajak yang mesti dibayar. Sehingga bila wajib pajak memiliki sumber penghasilan lain mesti melaporkan.

Sebab, bila tidak dilaporkan, hal itu akan menjadi sumber masalah di kemudian hari. Ia mencontohkan harta warisan yang diterima bila tak dilaporkan akan dihitung sebagai penghasilan yang mesti dibayarkan pajaknya. Padahal, warisan tak masuk ke dalam objek pajak.

"Kalau terima warisan kan bukan objek pajak nanti bisa kena pajak. Jadi penting kita laporkan biar nggak kena masalah di kemudian hari," kata dia kepada detikFinance, Kamis (14/3/2019).


Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Pras ini juga menjelaskan melaporkan SPT juga akan menghindari wajib pajak dari pemeriksaan audit. Dengan begitu, risiko masalah di kemudian hari akan berkurang.

Selain itu, wajib pajak juga bisa mendapat persetujuan pinjaman dari bank dengan mudah. Pasalnya, melaporkan SPT merupakan bukti keuangan yang baik.

"Melaporkan SPT bisa memberikan manfaat dalam beberapa hal berkaitan dengan operasional bisnisnya dan tentu dapat menstabilkan perekonomian dalam negeri karena pajak bisa menjadi alat stabilitas ekonomi untuk berbagai kondisi yang dianggap mengancam keberlangsungan jalannya perekonomian negara," tutup dia.


Sebagai informasi, pemerintah membatasi waktu pelaporan SPT hingga 31 Maret mendatang. Wajib pajak yang telat melapor akan dikenakan denda. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed