Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 14 Mar 2019 17:32 WIB

Boeing 737 MAX 8 Setop Operasi, Garuda: Harusnya Ada Kompensasi

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Fuad Hasim/Tim Infografis Foto: Fuad Hasim/Tim Infografis
Jakarta - Maskapai pelat merah PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk bakal meminta kompensasi atas berhenti operasinya Boeing 737 MAX 8 ke Boeing. Garuda Indonesia sendiri saat ini memiliki satu unit pesawat untuk jenis ini.

"Ya harusnya ya (kompensasi), karena kita nggak beroperasi 4 hari," kata Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra atau Ari Askhara di Kementerian BUMN Jakarta, Kamis (14/3/2019).

Arie belum menjelaskan bentuk kompensasi dari berhenti operasinya Boeing 737 MAX 8. Menurutnya, ada hitung-hitungannya.

"Ada hitung-hitungannya, tapi kita futurenya juga, kita belum hitung," tambahnya.


Ari mengatakan, meski setop operasi sementara, hal itu tidak mengganggu operasi Garuda Indonesia secara umum. Ari bilang, Garuda Indonesia Grup dan Sriwijaya Grup memiliki 251 unit pesawat.

Terlebih, bulan ini masih masuk dalam low season.

"Nggak pengaruh, total semua dengan Sriwijaya 251 unit pesawat, kebetulan lagi low season," ujarnya.


Boeing 737 MAX milik Garuda dioperasikan secara bergantian untuk melayani beberapa rute alias rotasi. Tapi, kebanyakan melayani penerbangan ke Singapura. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed