Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 14 Mar 2019 19:01 WIB

Ini Lho Ciri-ciri Laporan SPT yang Sudah Benar

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Tak semua laporan surat pemberitahuan tahunan (SPT) pajak sudah sesuai atau benar. Sebab, bisa jadi laporan tersebut salah dan membuat kendala di kemudian hari.

Menurut Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo pelaporan SPT bagi orang pribadi diharuskan ada tanda 'nihil'. Dengan begitu, artinya perhitungan besaran pajak telah sesuai dibayarkan.

"Dalam pengisian SPT PPh Orang Pribadi, status SPT diharuskan untuk nihil, adalah menunjukkan bahwa perhitungan jumlah penghasilan yang diterima dengan besaran pajak yang harus disetor telah sesuai," jelas dia kepada detikFinance, Kamis (14/3/2019).


Lebih lanjut, ia menjelaskan bila tanda 'nihil' tersebut tak keluar maka artinya laporan wajib pajak belum sesuai. Hal itu biasanya terjadi karena pajak yang kurang dibayar.

Adapun, kurangnya pembayaran pajak juga dipengaruhi hal-hal, seperti penghasilan yang belum disetorkan pajaknya dan juga salah perhitungan.

"Apabila SPT PPh orang pribadi tidak nihil, maka menunjukkan pajak yang kurang bayar. Hal itu dapat disebabkan oleh beberapa hal, misalnya atas suatu penghasilan belum disetorkan atau dipotong pajaknya. Bisa juga dari kesalahan perhitungan akibat status wajib pajak," terang dia.


Selain itu, ada pula laporan yang kelebihan pembayaran pajaknya. Hal itu bisa terjadi karena kesalahan perhitungan dan wajib pajak pun bisa mengklaim hal tersebut.

"Kelebihan bayar juga ada, dipotong lebih dari seharunsnya. Misalnya penghasilan yang dikenakan tarif 15% tapi akhir tahun dihitung harusnya hanya 10% itu bisa diklaim minta balik," tutup dia. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed