Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 15 Mar 2019 16:44 WIB

Boeing Kecelakaan, Airbus Ketiban Durian Runtuh

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Getty Images Foto: Getty Images
Jakarta - Airbus, yang kini menjadi pesaing Boeing memproyeksi akan mampu membukukan penjualan yang lebih tinggi untuk jenis 320. Hal ini karena menurunnya pesanan untuk Boeing 737 Max akibat kecelakaan Ethiopian Airlines pada Minggu lalu.

Mengutip Investor Bussines Daily, Presiden Prancis Emmanuel Macron kini gencar mempromosikan Airbus di wilayah Eropa. Maklum, Airbus adalah pesawat pabrikan, Toulouse, Prancis. Sebelumnya saham Airbus sempat merosot, namun naik tajam pada pekan ini. Berbeda dengan saham Boeing yang terus terjerembab. Akibat kecelakaan di Ethiopia, Boeing diprediksi akan kehilangan potensi penjualan mencapai US$ 600 miliar.

Presiden Macron juga telah melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed terkait kontrak baru dengan Airbus untuk Ethiopian Airlines. Saat ini memang maskapai di Ethiopia sudah menggunakan beberapa pesawat berbadan lebar atau wide body Airbus A350.


Selain itu, Macron juga akan berbicara dengan Presiden China Xi Jinping untuk promosi Airbus ini. Memang, China adalah negara pertama yang melakukan pelarangan Boeing 737 Max usai kecelakaan pada Minggu lalu.

Sebelumnya, maskapai penerbangan di Indonesia, Lion Air juga kehilangan 189 penumpang beserta awak setelah satu pesawat Boeing 737 Max jatuh pada Oktober 2018 lalu. Indonesia juga berencana mengalihkan pesanan senilai US$ 22 miliar ke Airbus. Maskapai Garuda Indonesia juga ingin mengurangi pesanan pesawat di Boeing.

Sementara itu maskapai asal Vietnam VietJet juga sedang mempertimbangkan pesanan pesawat ke Airbus senilai US$ 25 miliar. Sementara Kenya Air sedang menghitung kembali rencana pesanan pesawat ke Airbus.


Saham Airbus sempat turun 0,8% menjadi 32,97 di pasar saham, namun pada (14/3) saham Airbus melonjak tajam hingga 6,8%. Analisis MarketSmith menyebut kenaikan ini adalah yang tertinggi, selain itu kinerja keuangan Airbus memang sedang dalam kondisi yang prima. Lalu saham Boeing turun 1% setelah insiden kecelakaan ini. (kil/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed