Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 16 Mar 2019 17:25 WIB

Perang Dagang AS dan China Bikin Rugi Rp 109 Triliun

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Ilustrasi/Foto: ABC Australia Ilustrasi/Foto: ABC Australia
Jakarta - Perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan China disebut menimbulkan kerugian hingga miliaran dolar AS. Kelompok studi ekonomi dari universitas terkemuka di AS menyebut akibat perang dagang ada uang US$ 7,8 miliar atau sekitar Rp 109 triliun (kurs Rp 14.000) yang menguap begitu saja pada 2018.

Tim studi menyebut mereka telah melakukan analisa jangka pendek dari tindakan Presiden AS Donald Trump. Hasilnya impor dari sejumlah negara mitra dagang dan ekspor AS sama-sama mengalami penurunan.


Selain itu, kerugian biaya impor untuk konsumen dan produsen juga sangat tinggi yakni mencapai US$ 68,8 miliar.

"Setelah menghitung dan menganalisis maka kerugian secara agregat mencapai US$ 7,8 miliar atau 0,04% dari PDB," ujar peneliti dikutip dari Reuters, Sabtu (16/3/2019).

Laporan ini disusun oleh pusat studi ekonomi dari Universitas California Berkeley, Universitas Columbia, Universitas Yale dan Universitas California di Los Angeles. Laporan ini juga diterbitkan oleh Biro Riset Ekonomi Nasional di AS.

Tim penulis juga menyebut jika perang dagang ini sangat berdampak buruk untuk negara bagian AS. "Kami menemukan jika sektor perdagangan di negara Republik adalah yang paling parah terdampak perang dagang," ujarnya.


Sejak dilantik, Trump berjanji mengurangi defisit perdagangan dengan menutup keran impor dan bernegosiasi terkait perdagangan bebas. Trump memiliki agenda terkait perdagangan AS dan berupaya melindungi manufaktur AS.

Namun AS dan China terlanjut terjebak dengan agenda perang dagang dan akhirnya mengguncang negara mitra dagang kedua negara. (kil/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed