googletag.defineSlot('/4905536/detik_desktop/finance/pop_ups', [785, 440], 'div-gpt-ad-1574092191519-0').addService(googletag.pubads());
ADVERTISEMENT
Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 16 Mar 2019 20:45 WIB

Trump Gunakan Hak Veto Demi Bangun Tembok Perbatasan Meksiko

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Getty Images/AFP Foto: Getty Images/AFP
Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menggunakan hak veto pertamanya untuk menentang parlemen yang tak menyetujui dana untuk tembok perbatasan AS dan Meksiko.

Trump menandatangani veto tersebut di Kantor Oval. Parlemen AS yang dikuasai demokrat memang sebelumnya menolak keras keinginan Trump meminta dana untuk pembangunan tembok perbatasan AS dengan Meksiko.


Pada Kamis, Partai Republik bergabung dengan Demokrat melakukan pemungutan suara untuk mengakhiri kondisi darurat yang dibuat oleh Trump.

"Kongres memang memiliki kebebasan untuk melakukan ini dan saya juga memiliki kewajiban untuk melakukan veto. Kita semua tahu itu akan menjadi hak veto," ujar Trump dikutip dari Reuters, Sabtu (16/3/2019).

Sebelumnya anggota parlemen menyebut apa yang dilakukan Trump terkait tembok perbatasan adalah hal yang sembrono dan cenderung asal-asalan. Namun Trump berkilah ia tidak akan menekan siapapun dengan hak veto ini.

Walaupun veto sudah ditandatangani, Demokrat berencana meninjau kembali veto Trump pada 26 Maret 2019. Ketua Parlemen AS Nancy Pelosi menyebut ada 245 anggota yang mendukungnya.
"Pada 26 Maret, DPR akan bertindak untuk melindungi konstitusi dan demokrasi kita. Jadi kami akan mengadakan pemungutan suara untuk membatalkan vetonya," ujar Nancy.

Kemudian Perwakilan Demokrat wilayah Texas, Joaquin Castro mengungkapkan pada Kamis lalu sempat mencoba mengumpulkan dukungan untuk pemungutan suara, namun hal tersebut sangat sulit dilakukan.

Sebelumnya Trump memang mengumumkan negaranya dalam kondisi darurat nasional. Karena itu ia meminta dana sebesar US$ 5,7 miliar untuk membangun tembok perbatasan AS dengan Meksiko, namun parlemen menolak keinginan tersebut. Hanya US$ 1,4 miliar yang disetujui.

Menurut Demokrat, Trump memanipulasi keadaan darurat negara demi mendapatkan dana tersebut. Selain Demokrat, Partai Republik juga khawatir jika dana tersebut digunakan hanya untuk tembok. Lebih baik digunakan untuk masalah lain seperti perubahan iklim hingga gencatan senjata. (kil/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com