Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 18 Mar 2019 16:33 WIB

Tempat Pelelangan Ikan di Labuan Bajo Mau Tiru Tsukiji

Danu Damarjati - detikFinance
Foto: Dikhy Sasra Foto: Dikhy Sasra
Labuan Bajo - Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Labuan Bajo versi baru telah berdiri. Para pedagang sudah menggantungkan harapannya di bangunan anyar itu, bahkan sejak mereka masih berdagang di TPI lama.

Keramaian Minggu (24/2/2019) pagi adalah yang terakhir di TPI Labuan Bajo lama, Jalan Sukarno-Hatta. Hiruk pikuk di lantai becek ini akan segera berakhir, karena semua pedagang ikan di sini akan pindah ke TPI Labuan Bajo yang baru, sekitar 1 km dari TPI lama.

"Senin (25/2) kami pindah ke TPI baru," kata pedagang bernama Kamariah. Dia mengguyur kakap dagangannya supaya tetap segar.



Bangunan di TPI lama ini memang sudah tak elok. Dindingnya kusam berlumut dan lantainya retak. Bau khas ikan bisa menyeruak sampai ke pinggir jalan. Meski begitu, masyarakat setempat sudah kadung familier dengan pasar tradisional ini. Bagi Kamariah dan pedagang-pedagang di kanan dan kirinya, pindah ke lokasi baru esok hari tak hanya perkara memboyong dagangan, namun juga usaha untuk memindahkan keberuntungan ke tempat baru.

"Saya juga tidak tahu nanti bagaimana di tempat baru. Semoga ramai," kata Kamariah berharap.

Tempat Pelelangan Ikan di Labuan Bajo Mau Tiru TsukijiTPI Labuan Bajo lama yang ditinggalkan pedagang ke TPI baru (Dikhy Sasra/detikcom)

Dia dan kawan-kawannya menggelar lapak sambil duduk atas dingklik. Di depannya ada baskom-baskom berisi ikan. Akses jalan pembeli adalah ruang sempit yang mentok ke saluran drainase kecil tengah pasar. Bila pembeli berpapasan, maka salah satunya harus memiringkan badan atau terdesak. Di belakang lapak, ada pagar yang menghadap dermaga tempat kapal-kapal pengantar ikan sandar. Jarak dermaga ke pasar tak sampai 50 meter, sehingga pekerjaan memindahkan ikan ke lapak-lapak pedagang bisa cepat dilakukan.

Sepekan kemudian, Sabtu (2/3/2019) pagi, puluhan pedagang sudah menempati los TPI Labuan Bajo yang baru. Meski tidak tepat di pinggir jalan utama seperti TPI lama, namun akses ke TPI baru tidak sulit. Masuk saja dari wisata kuliner Kampung Ujung ke jalan beton selebar 4 meter yang baru dibangun, lurus sekitar 400 meter hingga mentok pojok. Jalan menuju TPI baru tidak bercampur dengan arus lalu lintas lain, sehingga kemacetan tidak terjadi.

Bangunannya jelas terlihat baru. Kios-kios belum terisi saat detikFinance menyambangi lokasi ini. Di dua pojok halaman pasar yang luas, ada toilet untuk pria dan wanita.

Tempat Pelelangan Ikan di Labuan Bajo Mau Tiru TsukijiTPI Labuan Bajo yang baru (Dikhy Sasra/detikcom)

Memasuki bangunan utama berlangit-langit tinggi, kesan pertama yang tertangkap adalah rapi. Tak ada lagi pedagang yang menggelar dagangan di lantai dengan duduk di dingklik. Semuanya menempati los yang masing-masing dilengkapi meja dan wastafel plus keran air. Lantainya juga tidak becek. Petugas kebersihan terus menyapu lantainya. Udara tidak terlalu pengap bila dibandingkan TPI lama. Ukurannya sekitar 1,5 kali lipat lebih besar ketimbang TPI lama.

Saya bertemu lagi dengan Kamariah, kali ini di lapaknya yang baru. "Di sini nyaman sih nyaman, tapi sepi," kata Kamariah. Memang jumlah pedagang jauh lebih banyak ketimbang pembelinya untuk saat ini. Belum ada pembeli yang berjubel sebagaimana di TPI lama.


Kamariah yang sudah enam hari di tempat baru ini mengaku mengalami penurunan pendapatan. Di sini, dia mendapat Rp 200 ribu hingga Rp 500 ribu per hari. Padahal di pasar sebelumnya, dia mengaku bisa meraup Rp 1 juta bila sedang ramai. Dia mensinyalir masyarakat masih belum terlalu tahu dengan TPI baru ini, apalagi TPI lama juga masih dibuka dan ditempati beberapa pedagang.

Pedagang lain bernama Harmiyati (46) juga merasa pembelinya lebih sepi. Dia merasa lokasi TPI baru ini punya akses jalan yang lebih jauh ketimbang TPI lama yang hanya di pinggir Jalan Sukarno-Hatta. "Dulu jam 07.00 WITa sampai jam 08.00 WITa pagi sudah ramai. Kalau di sini paling satu atau dua orang pembeli saja," kata Harmiyati.

"Dulu saya bisa dapat Rp 1 juta dari jualan pagi hari. Tapi di sini, saya baru laku satu ekor ikan ini Rp 150 ribu beratnya 4,4 kg. Ini kalau ikan-ikan saya tidak laku, saya jadikan ikan asin sudah, tapi harganya berkurang setengah," timpal pedagang bernama Irma (24).

Tempat Pelelangan Ikan di Labuan Bajo Mau Tiru TsukijiSuasana di TPI Labuan Bajo yang baru. (Dikhy Sasra/detikcom)

Mereka juga mengeluhkan saluran air yang tak hidup. Keran di atas wastafel para pedagang di sini ternyata tak mengeluarkan air, begitu juga toilet di sebelah luar.

Wati (32), penjual ikan di bagian tengah, mengeluhkan penjemputan ikan dagangannya yang berlokasi bukan di dermaga TPI baru ini, tapi justru di TPI lama. Sebab, dermaga di TPI baru ini punya permukaan air yang dangkal. Bila air surut seperti pagi ini, maka kapal-kapal pengantar ikan tak mau merapat ke dermaga karena takut kandas dan merusak lambung kapal.

Meski begitu, para pedagang yang saya temui bisa memaklumi keadaan. Ini adalah tempat baru, maka tentu butuh waktu untuk mendatangkan keramaian pembeli. "Ini sepi karena orang belum terlalu tahu tempatnya saja," kata pedagang berkumis tebal, Baharuddin (24).

Di pinggir dermaga, ada Bernadus (50). Dia optimistis, suasana sepi ini bakal berganti dengan hiruk pikuk yang membuat para pedagang bahagia. "Tempat baru pasti sepi. Lama-lama pasti ramai," kata dia.


TPI Labuan Bajo ini dibangun oleh PT ASDP Indonesia Ferry, BUMN yang bergerak dalam jasa angkutan penyeberangan dan pelabuhan. Perusahaan itu turun tangan membantu memajukan kawasan wisata unggulan Indonesia ini. Selain TPI, dermaga baru juga dibangun PT ASDP Indonesia Ferry untuk menampung kapal-kapal nelayan hingga 680 unit berukuran rata-rata 7 GT (gross tons).

"Kami bermaksud berpartisipasi untuk bersama-sama membangun Labuan Bajo. Kami berharap ini menjadi pasar ikan dan nantinya pusat kuliner daerah, terinspirasi dari Tsukiji di Jepang," kata Direktur Utama PT ASDP, Ira Puspadewi, kepada detikFinance. Pembangunan dilakukan sejak 2018, nilai bangunannya Rp 24,3 miliar.

Tsukiji adalah pasar ikan legendaris di Negeri Sakura, beroperasi sejak 1935. Namun pedagang pasar di Tsukiji juga sama dengan pedagang pasar di TPI Labuan Bajo, harus mengalami relokasi. Pasar Tsukiji dirobohkan untuk persiapan infrastruktur Olimpiade 2020. Pedagang di Tsukiji direlokasi ke Pasar Toyosu.

Baca berita lainnya mengenai Teras BRI Kapal Bahtera Seva di Ekspedisi Bahtera Seva.




Tempat Pelelangan Ikan di Labuan Bajo Mau Tiru Tsukiji
(dnu/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed