PNS, Yuk Manfaatkan Naik Gaji untuk Investasi

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 19 Mar 2019 12:59 WIB
Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Wahai para pegawai negeri sipil (PNS) yang tengah bersuka cita, hati-hati menyikapi kenaikan gaji 5%. Jangan sampai kenaikan gaji justru menambah pengeluaran karena perubahan gaya hidup.

Dari pada kenaikan gaji itu untuk menunjang gaya hidup, lebih baik gunakan untuk investasi.

Perencana Keuangan dari Finansial Consulting Eko Endarto menyarankan untuk menata pos-pos pengeluaran rutin terlebih dahulu. Pos pertama adalah menyisihkan 30% untuk biaya utang seperti cicilan rumah kendaraan atau utang lainnya.

"Kalau bisa naik gaji buat bayar utang dulu. Itu justru jadi prioritas juga sebelum investasi," ujarnya kepada detikFinance, Selasa (19/3/2019).

Pos kedua adalah investasi, dia menyarankan agar menyisihkan 10% dari pemasukan setiap bulannya. Jika kalian PNS belum punya investasi maka kenaikan gaji ini bisa menjadi saat yang bagus.

Kemudian 10% dari pemasukan sisihkan untuk proteksi yakni asuransi. Jika sudah punya dari tempat bekerja seperti BPJS atau asuransi lainnya, bisa ditambah dengan persentase yang lebih kecil.

"Nah sisanya baru untuk konsumtif, termasuk biaya bulanan, seperti makan, listrik, ongkos kerja, anak dan lainnya," tambahnya.

Untuk investasi sendiri, Eko menerangkan tujuannya ada dua jangka menengah dan jangka panjang. Pemilihan instrumen investasi berdasarkan tujuan itu juga tergantung dari usia saat ini.


Untuk jangka panjang bisa dipilih instrumen investasi yang berisiko lebih tinggi tapi dengan tingkat pengembalian yang lebih besar, contohnya saham. Apalagi sekarang Rp 100 ribu juga sudah bisa beli saham.

Jika belum paham tentang pasar modal, bisa membeli reksadana saham. Reksadana akan lebih mudah, karena uang investasinya dikelola oleh manajer investasi melalui produk reksadana.

Untuk jangka menengah, Eko menyarankan untuk berinvestasi di deposito, obligasi ataupun emas. Apalagi sekarang pemerintah banyak mengeluarkan Obligasi Ritel Indonesia (ORI). Kelebihannya minimum pembelian terjangkau dan tingkat risiko yang lebih rendah karena jaminannya biasanya proyek-proyek pemerintah dan aset negara.

"Investasi perlu, ingat misal kita bekerja dari usia 30 tahun baru investasi dan pensiun umur 55 tahun, biaya yang dibutuhkan untuk masa pensiun waktunya sama. Misalnya kita hidup dari pensiun 55 tahun sampai 75 tahun," ujarnya.

Namun sebelum berinvestasi, dia menyarankan agar mempersiapkan tabungan untuk biaya tak terduga atau darurat. Nah menurutnya besaran tabungan biaya tak terduga sekitar 3-6 bulan gaji.

Tabungan darurat itu sangat penting jika keluarga mengalami musibah, seperti sakit hingga kecelakaan. Sehingga ketika mengalami hal itu, tak perlu pusing mencari pinjaman.

"Sebenarnya ketika gaji naik harus dialokasikan jangka panjang. Kalau bisa jangan berubah gaya hidup. Kenaikan gaji harus dialokasikan ke depan untuk investasi. Sehingga tidak harus korupsi nantinya," tutup dia.

(das/fdl)