Importir Lari ke AS, Pertamina Kesulitan Cari Minyak Mentah
Jumat, 23 Sep 2005 14:57 WIB
Jakarta - Badai Katrina dan Rita yang menghantam AS membuat negara-negara penjual minyak mendahulukan permintaan dari AS. Akibatnya, Pertamina kesulitan mencari minyak di pasar sejak dua minggu lalu."Impor September aman, tapi untuk Oktober kita masih upayakan satu sampai dua kargo BBM lagi yang belum dapat. Pasar dan harga sekarang sangat-sangat ketat. Semua lari ke AS dan kapal pengangkut BBM pun sulit dicari," kata Direktur Pemasaran dan Niaga PT Pertamina (Persero) Ari Sumarno di kantornya Jl Perwira Jakarta, Jumat (23/9/2005).Sulitnya pasokan minyak ini, menurut Ari, terjadi sejak serangan badai Katrina, yang saat itu AS kehilangan produksi satu juta barel yang akan berlangsung selama tiga sampai empat bulan ke depan. Kondisi ini diperparah dengan badai Rita yang terjadi di pusat kilang AS, Texas.AS memiliki 18 kilang yang enam di antaranya telah berhenti beroperasi. Datangnya badai Rita kemudian membuat 12 kilang lagi akan berhenti operasi."Untuk mencari barang saja sulit apalagi tambah suplai yang tidak bisa dilakukan dalam minggu-minggu ini, sehingga butuh dua sampai tiga minggu lagi, karena waktu kita cari di region pun sudah tidak ada minyak lagi," jelas Ari.Sebenarnya kata Ari, untuk pasokan BBM pihaknya sudah menguhubungi Kuwait Petroleum Company (KPC) namun dijawab sudah tidak ada stok. KPC menjanjikan paling cepat bisa menyediakan pasokan pada Januari 2006. Impor untuk bulan Oktober, menurut Ari, 95 persen aman, dan tinggal mencari 5 persen lagi. Namun Pertamina diminta pemerintah untuk menambah suplai sampai 10 persen. Sedangkan impor untuk November sudah terpenuhi 60 persen dan tinggal mencari 40 persen lagi.Impor untuk Oktober turun menjadi 15 juta barel untuk produk BBM dan minyak mentah 12 juta barel. Berbeda dengan September 2005 yang jumlah impor untuk produk BBM mencapai 17 juta barel. "Kita pastikan stok BBM aman saat ini di level 22,4 hari," katanya. Menanggapi tudingan para pemilik SPBU yang mengatakan terjadi kelangkaan stok, karena pasokan Pertamina berkurang. Dengan tegas Ari menjawab, pasokan selalu sesuai dengan kuota yang dijadwalkan yaitu 184 juta kilo liter. "Paling banyak tambahan alokasi 10 persen, tapi kalau SPBU minta lebih dari kuota, itu yang tidak kita kasih," ujarnya.Jatah tiap SPBU sebesar 20 ribu liter per hari. Sedangkan saat ini banyak SPBU kata Ari, yang minta kuota lebih dari itu. "Kalau mintanya 30 ribu liter per hari tidak bisa. Inilah yang dikatakan mereka pasokan Pertamina berkurang," tuturnya.
(ir/)











































