Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 22 Mar 2019 14:12 WIB

Sri Mulyani Bicara Kesetaraan Perempuan di Bidang Ekonomi

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berbicara soal kesetaraan gender dalam acara Accenture International Women's Day (IWD) 2019. Pada kesempatan tersebut, dia membahas soal potensi kerugian finansial akibat ketidaksetaraan gender antara pria dan wanita.

Acara tersebut dihadiri oleh perempuan dari berbagai profesi, mulai dari yang bergerak di bidang politik, sosial, hingga ekonomi, salah satunya adalah Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani.

Saat memberi paparan, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu mengatakan potensi kerugian finansial berdasarkan Riset McKinsey sebesar US$ 12 triliun dalam skala dunia.

"Kita juga harus pikir equality (kesetaraan) itu seperti apa? kalau dari sisi konsep ekonomi, mengapa kesetaraan itu penting, salah satunya (riset) McKinsey US$ 12 triliun sampai 2025," katanya di MidPlaza Hotel, Jakarta, Jumat (22/3/2019).

Tentunya, US$ 12 triliun ini bukanlah angka yang kecil. Bila dirupiahkan dengan kurs Rp 14.000, maka nilainya adalah Rp 168.000 triliun. Sri Mulyani membandingkannya dengan GDP di 3 negara maju, yaitu Jerman, Jepang dan Inggris.


"Kayak (riset) McKinsey US$ 12 triliun kita (dunia) bisa losing. Dengan angka itu GDP 3 negara tadi, wah banyak sekali ya kerugian," paparnya.

Namun kesetaraan gender ini menurutnya isu yang tak mudah untuk dibenahi. Pasalnya berdasarkan riset McKinsey butuh 106 tahun.

"Studi McKinsey bicara tentang kesetaraan dibutuhkan lebih dari 106 tahun untuk kita bisa mengejar gender equality (kesetaraan gender) di bidang ekonomi, politik sosial," sebutnya.

Tak sekadar itu, dengan terciptanya kesetaraan gender, lanjut Sri Mulyani bisa menciptakan potensi finansial senilai US$ 4,5 triliun dalam skala Asia Pasifik.

"Asia Pasifik saja seandainya gender equality bisa ditambah we are thinking about US$ 4,5 triliun value yang bisa di-create. Kita bicara soal potensi yang sangat berpotensi, potensi manfaat yang nilainya nggak trivial, nggak sepele, it's really big," tambahnya.




Tonton juga video Sri Mulyani Tegaskan BLU Bukan Untuk Cari Keuntungan:

[Gambas:Video 20detik]


Sri Mulyani Bicara Kesetaraan Perempuan di Bidang Ekonomi
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed