Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 24 Mar 2019 20:18 WIB

KEIN Berharap Ada Terobosan untuk Memajukan Koperasi

Farhan - detikFinance
Foto: Dok KEIN Foto: Dok KEIN
Jakarta - Ketua umum Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Soetrisno Bachir mengatakan pemerintah saat ini terus fokus untuk mengembangkan ekonomi kerakyatan. Presiden Jokowi bahkan memerintahkan KEIN untuk membuat terobosan dan solusi agar perkoperasian di Indonesia lebih maju dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

"KEIN ditugaskan oleh Pak Jokowi untuk membikin suatu solusi, terobosan buat koperasi ke depan ini, bagaimana bisa maju sesuai cita-cita para pendiri bangsa, khususnya Bung Hatta. Rekomendasi KEIN ini adalah, itu (urusan koperasi) dipusatkan. Kalau sekarang ini ada kementerian dan lembaga, banyak yang mengurusi (soal koperasi), sehingga engga fokus," kata Soetrisno Bachir ditemui usai menghadiri Dialog Ekonomi Kerakyatan di Kampus IPB Dramaga, Bogor, Minggu (24/3/2019).

Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) ini juga merekomendasi agar pengelolaan koperasi nantinya bisa di bawah Wakil Presiden langsung.

"Nah itu nanti akan disatukan di dalam project management office dan syukur-syukur bisa di bawah Wakil Presiden yang akan datang. Syukur-syukur yang akan menjadi Wakil Presiden nanti adalah Pak Kiai Ma'ruf Amin yang sangat concern dengan ekonomi UMKM, ekokomi syariah, yang sedang berkembang di masyarakat sekarang ini," katanya.



Soetrisno menyebut, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen yang dicapai pemerintah saat ini patut disyukuri. Sebab, kata Soetrisno, meski tidak mencapai target 7 persen, namun capaian ini dianggap lebih besar dibanding negara lain dengan kondisi ekonomi global.

Soetrisno bahkan merasa yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia dua tahun ke depan akan meningkat hingga lebih dari angka 7 persen.

"Saya yakin di pemerintahan Bapak Jokowi kedua nanti, kalau terpilih, itu untuk mencapai 7 persen itu bisa terjadi. Karena sudah tahu solusi-solusi, persoalan-persoalan yang menjadikan pertumbuhan ekonomi terhambat," kata Soetrisno.

"Artinya walaupun ekonomi global itu ada masalah, kita harus mencari solusinya. Nah sekarang sudah ada solusi yang bisa diterapkan, sehingga pertumbuhan ekonominya bisa mencapai 7 persen," sambungnya.

Soetrisno menyarankan, pemerintah era selanjutnya harus lebih fokus terhadap 4 sektor ekonomi, yakni sektor agraria, sektor maritim dan ekonomi kreatif. Karena menurutnya, 4 sektor tersebut mampu meningkatkan daya ekspor dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen.

"Ada 4 sektor yang jika kita fokus ke situ maka pertumbuhan ekonomi kita itu akan besar, pertumbuhan akan mencapai 8 persen ke atas, kemudian ekspor kita bisa meningkat hingga mencapai lebih dari 300 milyar dollar. Jadi itulah keyakinan kita dimana nanti tahun 2045 Indonesia sudah menjadi negara terbesar keempat di dunia setelah China, Amerika, India, baru Indonesia," bebernya. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed