Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 26 Mar 2019 14:20 WIB

Ramai soal Tarif MRT, Berapa Harga yang Diinginkan Warga?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Tarif Moda Raya Terpadu (MRT) baru saja diketuk palu kemarin oleh DPRD DKI Jakarta. Untuk sementara, tarif MRT yang akan berlaku pada 1 April nanti sebesar Rp 8.500 dari Stasiun Lebak Bulus hingga Bundaran HI.

Lalu apa kata masyarakat mengenai tarif tersebut? Berapa tarif yang sebetulnya diinginkan?

detikFinance mencari tahu hal tersebut dari beberapa penumpang yang ditemui di Stasiun Bundaran HI, Jakarta Pusat. Banyak penumpang yang mengaku pas dengan tarif tersebut.

Fendi, seorang karyawan swasta di Jakarta ini mengaku tarif yang telah ditetapkan Rp 8.500 sudah cukup pas dengan fasilitas yang ditawarkan.

"Nggak mahal menurut saya, coba kita compare dengan ojol dari Lebak Bulus ke HI berapa kan tarifnya. Apalagi dengan kenyamanan dan ketepatan waktu yang ditawarkan nggak bisa di-compare juga," kata Fendi saat ditemui di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Selasa (26/3/2019).

Fendi sendiri rencananya naik MRT menuju ke kawasan Senayan, untuk melakukan meeting dengan kliennya.

"Saya bilang tarif segitu worth it, nggak mahal nggak kemurahan," tambahnya.

Fendi menyebutkan memang sudah sejak lama dirinya meninggalkan kendaraan pribadi. Dengan adanya MRT, justru menambah pilihan transportasinya. Dia mengatakan tidak nyaman menggunakan mobil di Jakarta.

"Kalau saya lebih suka public transport ya dari lama juga, karena menurut saya nggak nyaman pakai kendaraan pribadi di Jakarta, ya mau sebagus apapun mobil kita karena memang jalan tetap seperti itu masalahnya. Ya naik MRT lebih baik," ungkap Fendi.



Hal yang sama diungkapkan pula oleh Ezra, seorang manajer pemasaran sebuah perusahaan swasta ini menyebutkan bahwa tarif yang sudah disahkan itu cukup baginya. Bahkan, dia mengatakan apabila dinaikkan ke Rp 10.000 pun masih pantas.

"Sesuai kalau saya bilang sih, kalau kemurahan kan sudah dihitung pemerintah daerah kan mereka kan sudah ada perhitungannya, malah awalnya saja Rp 15 ribu kan, kalau kita fine-fine saja segitu," ungkap Ezra.

"Malah dikasih Rp 10 ribu pun saya mah fine aja, apalagi kalau di-compare sama cost kita beli bensin dan segala macem kalau naik mobil," ungkapnya.

Uniknya, Ezra menyebutkan bahwa dia sudah berniat untuk pindah ke MRT untuk mobilitasnya sehari-hari. Sejak hari Senin kemarin dirinya sudah tidak lagi menggunakan mobil untuk bekerja.

"Saya sudah dari hari Senin kemarin menggunakan MRT ke mana-mana. Bagus sekali ya keren, kayak saya jalan kalau pakai mobil dari Blok A ke kantor di HI, mesti satu jam kadang lebih, naik MRT cuma 45 menitan," ungkap Ezra.

Ada juga beberapa penumpang justru menilai tarif yang dipatok Rp 8.500 terlalu murah untuk fasilitas sebagus MRT. Agi dan Citra contohnya, dua sekawan ini kaget saat detikFinance memberitahu bahwa tarif MRT hanya Rp 8.500 dari Stasiun Lebak Bulus hingga Bundaran HI.

"Oh udah ada ya tarifnya, wah murah banget kalau cuma segitu!" ungkap Citra terkaget-kaget.

Kawannya, Agi menyebutkan bahwa tarif yang sudah ditetapkan terlalu murah.

"Kemurahan sih segitu mah," sebutnya singkat.

Kalau menurut Agi, dengan tarif Rp 8.500 malah menimbulkan pertanyaan apakah fasilitas pemeliharaan bisa terjaga dengan baik. Malah menurut ekspektasinya tarif MRT bisa Rp 10-15 ribu.

"Ya mungkin Rp 10-15 ribu ekspektasi saya, kan memang awalnya juga dengarnya segitu. Ya kaget aja dengan fasilitas sekece ini mah kemurahan, nanti gimana pemeliharannya kan apa nggak kemurahan segitu kata saya sih," ungkap Agi.




Simak Juga 'Dear Pengguna Mobil di Jakarta, Beralihlah Gunakan MRT':

[Gambas:Video 20detik]



Ramai soal Tarif MRT, Berapa Harga yang Diinginkan Warga?
(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com