Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 27 Mar 2019 12:12 WIB

Kunci Ekonomi 2019: Defisit Transaksi Berjalan Turun ke 2%

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Agung Pambudhy Foto: Agung Pambudhy
Jakarta - Bank Indonesia (BI) menilai defisit transaksi berjalan (Current Account Deficit/CAD) perlu dijaga di kisaran 2% terhadap produk domestik bruto (PDB) untuk tahun ini. Jika CAD ada di kisaran angka tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia bakal lebih tinggi lagi.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Mirza Adityaswara mengatakan, selain mendorong pertumbuhan ekonomi, menjaga CAD di kisaran 2% akan menjaga stabilitas Indonesia dan mendorong masuknya pendanaan ke dalam negeri.

"Kalau kita bisa jaga CAD kita menuju ke 2,5%, bahkan bisa menuju ke 2% PDB, maka kita akan punya situasi stabil, funding (pendanaan) datang ke Indonesia dan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi saat ini," katanya pada diskusi dalam acara Peluncuran Buku Laporan Perekonomian Indonesia 2018 di Gedung BI, Jakarta Pusat, Rabu (27/3/2019).



Untuk membuat CAD sesuai yang diharapkan itu, perlu kerjasama para pihak, baik pemerintah, BI, hingga otoritas lain di sektor terkait.

"CAD tantangan besar bagi Indonesia untuk bisa stabil. Dengan stabilitas kita bisa punya pertumbuhan yang lebih baik, dengan stabilitas kita bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tantangan menurut kami yang selalu jadi bahan diskusi RDG terkait CAD," paparnya.

Pada 2018, CAD pun terus membengkak dari 2,5% terhadap PDB menjadi tembus di atas 3%. BI pun ambil kebijakan kenaikan suku bunga acuan untuk meredam hal tersebut.

"Tadinya di bawah 2,5%, lalu CAD kembali menuju ke 3%, bahkan angka kuartalan di atas 3%. Jadi BI berikan respons dengan naikkan suku bunga," tambahnya.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com