Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 28 Mar 2019 09:00 WIB

Setelah Krakatau Steel, Giliran Direksi Pupuk Kena OTT KPK

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Haris Fadhil/detikcom Foto: Haris Fadhil/detikcom
Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terkait distribusi pupuk via kapal. OTT kali ini menambah daftar panjang direksi dan pejabat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang terjerat korupsi.

Beberapa waktu lalu, Wisnu Kuncoro yang menjabat sebagai Direktur teknologi dan Produksi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk juga terkena OTT KPK.

Ia ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait pengadaan barang dan jasa di Kraktau Steel. KPK menduga Kuncoro menggunakan perantara bernama Alexander Muskitta untuk menerima suap.

Kini, giliran direksi PT Pupuk Indonesia (Persero) yang terkena OTT KPK. Tak sendiri, unsur direksi ditangkap bersama pihak swasta dan sopir.

"KPK melakukan kegiatan tangkap tangan dari sore sampai malam tadi. Ada 7 orang yang diamankan sejauh ini, dari unsur Direksi BUMN (Pupuk Indonesia), pihak swasta dan driver," kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan, Rabu (27/3/2019).



KPK juga mengamankan sejumlah uang dalam pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS). Namun, belum diketahui pasti berapa jumlah uang tersebut.

Dikonfirmasi terpisah, Head Corporate Communication Pupuk Indonesia Wijaya Laksana dikonfirmasi terpisah mengatakan bahwa pihaknya masih menunggu keterangan resmi dari KPK. Pihaknya juga belum mengetahui pasti siapa yang terkena OTT KPK.

"Untuk saat ini kami masih melengkapi data dan fakta yang lengkap, serta menunggu keterangan resmi dari KPK," ujar Wijaya kepada detikFinance.

(ara/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com