Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 28 Mar 2019 22:19 WIB

2 Menteri Jokowi Kenang Masa-masa Berkecimpung di BUMN

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Dua Menteri Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenang masa-masa berkecimpung di Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dua menteri tersebut adalah Menteri Agraria Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Negara Sofyan Djalil dan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara.

Keduanya memang pernah berkecimpung di dunia perusahaan pelat merah ini. Seperti Sofyan yang bercerita bahwa karir panjangnya sebagai perangkat negara dimulai dari Kementerian BUMN.

Sofyan bercerita masa-masa saat dia diangkat untuk menjadi asisten Menteri BUMN Tanri Abeng. Sofyan berkisah tepatnya tahun 1998 saat itu Indonesia sedang berada dalam krisis pemerintah akibat reformasi.

"Yang menemukan talenta saya ini Pak Tantri Abeng. Beliau menteri BUMN saat itu, waktu itu baru reformasi, demo setiap hari," ungkap Sofyan saat menghadiri Anugerah BUMN 2019, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis malam (28/3/2019).

Tanri Abeng menurutnya mencari orang yang bukan hanya bisa membantunya membentuk kebijakan namun juga bisa menghadapi gelombang demonstran.

"Pak Tanri ilmunya cukup, kecuali kalau menghadapi demonstrasi. Katanya dia cari doktor yang bisa hadapi demonstran, ditawari lah saya. Akhirnya saya diangkat jadi asisten menteri," kisah Sofyan.


Tanri Abeng sendiri kini menjadi ketua panel dewan juri pada gelaran Anugerah BUMN 2019. Sofyan sendiri mengaku datang ke acara itu sebagai tribute alias penghormatan kepada Tanri Abeng.

Bukan hanya Sofyan, Menkominfo Rudiantara pun kenang masa-masa saat berkecimpung dalam BUMN. Rudiantara mengenang saat-saat dirinya selalu menjadi wakil direktur beberapa BUMN.

"Saya tidak pernah jadi Dirut, saya empat kali di BUMN, tiga kali mengundurkan diri. Disuruh jadi Dirut saya tidak mau. Kenapa karena terlalu banyak seremonial, gunting pita, ke DPR, dan lain-lain," kisah Rudiantara.

Rudiantara mengatakan BUMN sekarang sudah cukup baik. Namun dia mengingatkan agar BUMN jangan cuma melihat angka dan proyeksi bisnis saja.

"Alhamdulillah, sekarang BUMN sudah banyak berubah. Tapi kita tidak hanya melihat sebagai hanya angka, terkadang BUMN harus masuk ke wilayah yang tidak menguntungkan," ungkap Rudiantara.

Dalam penganugerahan BUMN terbaik itu sendiri, ratusan orang jajaran BUMN telah berkumpul. Setidaknya, ada 90 BUMN dan anak usaha yang mendaftar pada gelaran penghargaan ini.

Lalu hanya 76 perusahaan yang terpilih seleksi. Nantinya BUMN yang lolos seleksi akan memperebutkan penghargaan untuk 9 kategori.

(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed