Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 30 Mar 2019 19:46 WIB

Organisasi Kepemudaan Dukung Pemerintah Tingkatkan Pengusaha Muda

Mustiana Lestari - detikFinance
Foto: KEIN Foto: KEIN
Jakarta - Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Soetrisno Bachir mengajak organisasi kepemudaan (OKP) menumbuhkan semangat entrepreneurship di kalangan pemuda. Ajakan ini bertujuan meningkatkan jumlah pengusaha mencapai minimal 5% dari populasi penduduk.

Demikian disampaikan Soetrisno pada peserta Dialog Ekonomi Umat: Tantangan Berwirausaha di Era Industri 4.0 yang diselenggarakan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah (PWPM) Sumatera Selatan di Palembang

"Pada umumnya ormas kepemudaan berkecimpung di bidang sosial, keagamaan, dan politik. Kali ini saya mengajak seluruh OKP di Indonesia meningkatkan semangat entrepreneurship di kalangan anggotanya," kata Soetrisno dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/3/2019).


Ketua KEIN, yang berlatar belakang pengusaha ini, mengatakan jumlah OKP mencapai ratusan organisasi dengan puluhan juta anggota yang berusia produktif, yaitu antara 15-40 tahun.

Mereka fokus pada pemberdayaan pemuda pada bidang pelajar dan mahasiswa, kepemudaan, keagamaan, dan nasional. Ini merupakan potensi yang perlu ditingkatkan pemberdayaannya melalui agenda program kewirausahaan dari masing-masing organisasi kepemudaan tersebut.

Program kerja kewirausahaan di kalangan OKP dapat disinergikan dengan program kerja kewirausahaan di kementerian/lembaga (K/L) dan BUMN (Badan Usaha Milik Negara). Dengan begitu, sinergi ini diharapkan dapat menumbuhkan semangat kewirausahaan di kalangan pemuda sehingga akan lahir pengusaha-pengusaha baru di masa depan.

"Keyakinan saya, anak-anak muda sekarang sudah makin cerdas karena pendidikannya makin baik. Tinggal diasah mental entrepreneurship-nya akan menjadi pengusaha andal," kata ketua KEIN.

Ia mengingatkan agar para pemuda yang tergabung dalam OKP mampu menciptakan industri ekstraktif, nonekstraktif, dan fasilitatif. Sebab industri mampu membuka banyak lapangan kerja dan penciptaan produk barang dan jasa yang bernilai tambah.

Namun demikian, bukan berarti dirinya melarang para pemuda menekuni dunia perdagangan. Apalagi saat ini makin merebak perdagangan elektronik (e-commerce), yang mustahil dibendung.

"Yang perdagangan bisa dilanjutkan, tetapi harus ada yang berkecimpung juga pada industri," kata Soetrisno.

Ini sejalan dengan agenda Presiden Jokowi agar para pemuda juga menekuni dunia industri yang menciptakan fixed asset dan light asset. Sebab dalam pandanganya bahwa kalangan pemuda lebih dominan menekuni penjualan sebatas brand value. Meskipun hal ini menguntungkan banyak pengusaha maupun konsumen, tetapi dampak perekonomiannya kurang dirasakan.

"Makanya, KEIN itu bukan hanya membahas 'ekonomi', tetapi juga mendorong kemajuan 'industri'," kata Soetrisno.


Hal ini bisa dimulai OKP untuk mengarahkan anggotanya agar jeli pada peluang yang berada disekitar lingkungan. Indonesia, kata pengusaha asal Pekalongan ini, menyimpan potensi besar bahan mentah dan bahan setengah jadi. Potensi ini perlu dinaikan nilai tambahnya dalam sebuah industri.

Karena itu, Soetrisno mengajak ormas kepemudaan, khususnya Pemuda Muhammadiyah agar mendukung kembali Jokowi sebagai presiden sehingga dapat menggeser pola pikir (mindset) pengusaha muda bukan hanya mahir dalam berjualan sebuah brand, yang belum tentu produknya hasil karyanya, tetapi juga menciptakan barang dan jasa berbasis potensi lokal. Jokowi hanya membutuhkan satu periode lagi mewujudkan peningkatan kiprah dalam dunia entrepreneurship.

Sejumlah OKP seperti Relawan Pengusaha Muda Nasional (RepNas), Gabungan Pengusaha Muda, Asosiasi Pengusaha muda Indonesia sudah menyatakan dukungan pada Jokowi. Diharapkan, kata dia, dukungan ini dapat melanjutkan agenda pemberdayaan pemuda dalam peningkatan jumlah entrepreneur di masa depan. (mul/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed