Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 31 Mar 2019 13:10 WIB

Maskapai Hentikan Penerbangan, Jumlah Turis ke Sabang Turun

Agus Setyadi - detikFinance
Foto: Istimewa/Garuda Indonesia Foto: Istimewa/Garuda Indonesia
Sabang - Dua maskapai yang biasanya melayani rute Sabang-Kuala Namu, Sumatera Utara menghentikan penerbangan sejak lima bulan lalu. Akibatnya, jumlah kunjungan wisatawan ke pulau ujung paling barat Indonesia menurun.

Maskapai yang sebelumnya melayani rute Sabang-Kuala Namu atau pun sebaliknya yaitu Garuda Indonesia dan Wings Air. Kedua pesawat ini sudah menghentikan penerbangan sejak akhir 2018 lalu.

Wali Kota Sabang Nazaruddin, mengatakan, penerbangan ke pulau Sabang sebelumnya menggunakan bandara milik Lanud Maimun Saleh dengan panjang landasan terbatas. Di bandara tersebut juga menggunakan fasilitas serta berlaku standar militer.


"Sekarang kita prioritas membangun bandara baru," kata Nazaruddin kepada wartawan saat ditemui di sela-sela kegiatan Khanduri Laot Festival di Kota Sabang, Minggu (31/3/2019).

Pasca lima bulan penerbangan terhenti, Pemko Sabang kembali melobi pihak maskapai agar mereka kembali melayani rute ke ujung barat Indonesia. Saat ini, pihak Citilink sudah punya rencana untuk beroperasi ke Sabang.

"Kemarin kita sudah sampaikan ke pak Luhut (Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman). Kita bilang Pak Luhut tolong penerbangan ke Sabang tolong dihidupkan kembali dan pak Luhut kemarin sangat marah besar karena ditutup flight ke Sabang," jelas Nazaruddin.

Nazaruddin mengaku belum mengetahui penyebab dua maskapai menghentikan penerbangan ke Sabang. Padahal, jumlah penumpang yang terbang dengan pesawat Garuda Indonesia dinilainya terus meningkat.

"Kita gak tau ya dari Garuda Indonesia sendiri padahal tingkat penerbangannya presentasenya naik dari 40 persen sampai 68 persen. Kita gak tau penyebabnya apa dan kita sudah melaporkan hal ini ke menteri perhubungan dan menteri maritim," ungkapnya.



Ditutupnya penerbangan ke Sabang, menurut Nazaruddin berdampak terhadap kunjungan wisatawan. Soalnya, salah satu alat transportasi paling mudah dan cepat saat ini yaitu pesawat terbang.

"Saya pikir sangat mengganggu kedatangan wisatawan karena transportasi paling mudah sekarang kan penerbangan dan bandara itu (Lanud Maimun Saleh) tidak cukup untuk mendarat pesawat berbadan besar. Jadi di bandara baru kita punya panjang 4 kilometer saya pikir sudah lebih," jelas Wali Kota.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kota Sabang, Faisal, mengaku, penutupan penerbangan berdampak terhadap wisatawan dari Sumatera Utara yang berkunjung ke Sabang. Sementara turis asing tidak terlalu berpengaruh.

Meski demikian, Faisal tidak merinci presentase penurunan jumlah kunjungan turis. Dia menyebut, pengaruhnya dirasakan terhadap traveler yang berlibur tidak lama.

"Memang yang sangat berimbas terhadap wisatawan dari Sumatera Utara. Kalau dari asing tidak terlalu berpengaruh," jelas Faisal.



Tonton juga video Garuda Cs Turunkan Harga Tiket, Menhub: Harus Konsisten :

[Gambas:Video 20detik]


Maskapai Hentikan Penerbangan, Jumlah Turis ke Sabang Turun
(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed