Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 03 Apr 2019 16:30 WIB

Soal Perang Dagang, AS-China bakal Segera Rujuk?

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: BBC World Foto: BBC World
Jakarta - Petinggi Amerika Serikat (AS) dan China yang melakukan negosiasi kesepakatan perdagangan telah menyelesaikan sebagian besar masalah yang belum terselesaikan. Namun masih ada beberapa proses tawar menawar yang belum selesai.

Melansir CNBC, Rabu (3/4/2019), pihak kedua negara masih menawar tentang bagaimana menerapkan dan menegakkan perjanjian. Kedua negara belum menyepakati sejumlah masalah penting.

Beijing menginginkan Washington untuk menghapus tarif AS yang ada pada barang-barang Tiongkok. Sementara Amerika Serikat menginginkan China untuk menyetujui persyaratan mekanisme penegakan hukum yang memastikannya mematuhi perjanjian.


Myron Brilliant, Wakil Presiden Eksekutif untuk urusan internasional Kamar Dagang AS, mengatakan bahwa 90% dari kesepakatan itu telah dicapai, tetapi 10% terakhir tetap menjadi bagian tersulit dari negosiasi dan akan membutuhkan pertukaran di kedua sisi.

AS dan China telah memungut tarif barang miliaran dolar dari barang satu sama lain sejak tahun lalu, yang mengganggu rantai pasokan dan menaikkan biaya bagi perusahaan.

Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan AS Steven Munchin akan memulai pembicaraan dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He pada hari Rabu, beberapa hari setelah kedua belah pihak melaporkan kemajuan dalam pembicaraan yang berlangsung di Beijing.


Jika diskusi terbukti bermanfaat, mungkin Presiden AS Donald Trump akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping untuk secara resmi dan menandatangani perjanjian. Jika kedua ekonomi terbesar dunia itu tidak dapat segera mencapai kesepakatan perdagangan, beberapa analis telah memperingatkan bahwa resesi global dapat terjadi. (das/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed