Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 04 Apr 2019 13:31 WIB

Benarkah Larangan Cantrang Bikin Penghasilan Nelayan Berkurang?

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Larangan penggunaan cantrang untuk menangkap ikan oleh nelayan masih menuai pro dan kontra. Larangan cantrang ini juga disebut berakibat pada turunnya pendapatan nelayan karena hasil tangkapan berkurang.

Mengenai hal tersebut, Kepala Seksi Analisis Sumber Daya Ikan Direktorat Pengelolaan Sumber Daya Ikan Ditjen Perikanan Tangkap Ilham mengatakan, sebenarnya penggunaan cantrang tak serta-merta meningkatkan hasil tangkapan nelayan.

Dia mengatakan, penangkapan ikan menggunakan cantrang biasanya ikut menjaring ikan-ikan yang nilai ekonominya rendah, yaitu ikan-ikan kecil yang harga jualnya tak seberapa.

"Sebenarnya kalau kita lihat yang saya tahu ya, yang saya baca bahwa sebenarnya tangkapan cantrang ini umumnya banyak yang malah ikan-ikan lucah begitu yang nilai ekonominya tidak terlalu tinggi," kata dia ditemui di Hotel Akmani, Jakarta, Kamis (4/4/2019).


Disamping itu, kualitas ikan yang terjaring oleh alat cantrang menurutnya juga terhadap yang kualitasnya rendah, sehingga saat tiba di pelabuhan cepat membusuk.

"Membusuk di pelabuhan dan seterusnya. Jadi memang dari sisi sumber daya nggak terlalu ekonomis gitu loh, banyak yang dibuang lah," ujarnya.


Nilai ekonominya yang tidak terlalu tinggi itu tak sebanding dengan kerusakan sumber daya laut akibat penggunaan cantrang. Untuk itu, Kementerian Kelautan dan Perikanan lebih melihat pada dampak jangka panjangnya.

"Bahwa dari sisi kita tetap melihatnya sih ini jangka panjangnya untuk sustainabilitas bahwa penggunaan cantrang tidak sustainable tidak ramah lingkungan," tambahnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com