Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 07 Apr 2019 19:02 WIB

Gelar Menkeu Terbaik Sri Mulyani Diragukan, Kemenkeu Serang Balik

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Edi Wahyono Foto: Edi Wahyono
Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) merespons kritik yang dilontarkan oleh Analis Pergerakan Kedaulatan Rakyat, Gede Sandra terkait penobatan Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan Terbaik Asia Pasifik 2019 versi FinanceAsia. Gede sebelumnya meragukan penobatan ini karena masih ada empat masalah ekonomi dari pengelolaan utang hingga rasio pajak.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Nufransa Wira Sakti menjelaskan, penghargaan yang diterima Sri Mulyani merupakan penghargaan yang diberikan lembaga kelas dunia. Penghargaan yang diterima tidak hanya satu lembaga, tapi juga berbagai lembaga.

"Sebagai informasi untuk Pak Gede, penghargaan yang diterima Menkeu Sri Mulyani Indrawati sebagai Menteri Keuangan terbaik diberikan oleh lembaga kelas dunia. Penghargaan yang diperoleh selama ini tidak hanya diberikan oleh satu lembaga saja, tapi juga berbagai lembaga dunia," katanya dalam keterangan tertulis, Minggu (7/4/2019).


Nufransa mengatakan, selain Gede ada tokoh nasional lain yang tidak senang dengan penghargaan kepada Menteri Keuangan ini. Dia pun mengaku heran dengan pihak-pihak yang mencari alasan untuk melemahkan. Menurutnya, itu mental inferior dan pecundang.

"Cukup mengherankan mengapa kalau ada penghargaan internasional, ada pihak yang justru mencari-cari alasan dan kesalahan untuk melemahkan kita sendiri? Mental seperti itu adalah mental inferior dan pecundang. Mental seperti ini menjadi penghambat terbesar kemajuan Indonesia," paparnya.

Lebih lanjut, jelasnya, dalam memberi penilaian tentu lembaga-lembaga ini melihat kinerja Menteri Keuangan secara menyeluruh.

"Dalam memberikan penilaian, lembaga tersebut tentu melihat kinerja Menteri Keuangan secara menyeluruh dan analisis yang mendalam atas keberhasilan beliau mengelola keuangan negara, tidak hanya sepotong-sepotong yang dilakukan dengan analisis yang tidak tepat," ungkapnya.


"Contohnya, lembaga FinanceAsia dalam penghargaannya juga menyebutkan keberhasilan pengelolaan defisit APBN yang menurun tajam dan global Green Bond sukuk. Penurunan defisit APBN secara tajam -menggambarkan kemampuan kita mengelola global volatility untuk makin memperkuat dan menyehatkan APBN," jelasnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com