Round-Up 5 Berita Terpopuler

Kepala Bappenas Sebut Orang Bingung Apa Wisata Jakarta

Hans Henricus BS Aron - detikFinance
Rabu, 10 Apr 2019 20:40 WIB
Kepala Bappenas Sebut Orang Bingung Apa Wisata Jakarta
Presiden Jokowi/Foto: Istimewa

Cerita Jokowi Ditakut-takuti saat Rebut Saham Freeport

Pemerintahan kabinet kerja telah berhasil mengambil alih saham PT Freeport Indonesia sebesar 51% melalui PT Inalum (Persero). Namun sebelum berhasil merebut kepemilikan saham, ada cerita yang membuat Presiden Jokowi harus berfikir keras.

Jokowi mengaku, selama proses pengambilalihan saham Freeport Indonesia ada yang menyampaikan risiko-risiko ketika Indonesia menjadi pemegang saham mayoritas.

"Saya ditakut-takuti waktu mau ambil Freeport. Pak presiden hati-hati kalau mau ambil Freeport," kata Jokowi di Gor Mastrip, Probolinggo, Jawa Timur, Rabu (10/4/2019).


Disebut Mau Lepas Saham, Ini Kata Traveloka

Salah satu perusahaan rintisan Traveloka disebut akan melakukan initial public offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menanggapi hal tersebut, PR Director Traveloka Sufintri Rahayu menjelaskan jika aksi korporasi seperti IPO adalah hal yang positif untuk perusahaan.

"Untuk Traveloka sendiri, kami masih menjajaki peluang, namun belum ada rencana dan program dalam jangka pendek untuk melepas saham kami," ujar Sufintri dalam keterangan tertulis, dikutip Rabu (10/4/2019).


Mau Dipangkas Prabowo, Ini Tarif Listrik 450 dan 900 VA

Calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto berjanji akan memangkas tarif listrik jika terpilih. Anggota Tim Ekonomi, Penelitian dan Pengembangan Ekonomi Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Harryadin Mahardika mengungkapkan, tarif listrik yang bakal dipangkas lebih dulu ialah golongan 450 dan 900 VA hingga 20%.

"Intinya target kita menurunkan 20% tarif dasar listrik, 450 dan 900 VA," katanya kepada detikFinance, Rabu (10/4/2019).

Lantas, berapa tarif yang berlaku untuk golongan tersebut saat ini?


dari data PLN disebutkan, tarif rumah tangga 450 VA sebesar Rp 415 per kilowatt hour (kWh). Lalu, rumah tangga 900 VA tidak mampu sebesar Rp 586 per kWh.

Selanjutnya, rumah tangga 900 VA mampu sebesar Rp 1.352 per kWh. Belakangan, PLN memberi insentif berupa diskon untuk golongan 900 VA. Diskon itu diberikan mulai 1 Maret 2019 dengan hanya membayar Rp 1.300 per kWh atau di bawah tarif normal Rp 1.352 per kWh.

"Dengan adanya insentif ini, PLN ingin memberikan ruang untuk pelanggan R-1 900 VA RTM agar dapat lebih banyak memanfaatkan listrik untuk menunjang kegiatan ekonominya dan dalam kegiatan kesehariannya," kata Executive Vice President Communication & CSR PLN I Made Suprateka.


(hns/dna)