Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 11 Apr 2019 15:50 WIB

Debat Panas TKN Vs BPN soal Infrastruktur Dongkrak Ekonomi

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: edEdi Wahyono Foto: edEdi Wahyono
Jakarta - Anggota Tim Kampanye Nasional, capres petahana Joko Widodo, Rama Pratama dan anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto, Arie Mufti berdebat panas soal pembangunan infrastruktur.

Awalnya, Arie Mufti menyinggung nasib masyarakat Brebes yang justru dihinggapi kemiskinan. Padahal, sebagai penghasil bawang, harusnya mereka menikmati hasil pertanian tersebut.

"Brebes yang penghasil bawang nomor 1, tapi kemiskinan nomor 3 se-Jawa Tengah. Ketika mereka harusnya menikmati panen kok malah merana," ungkap Arie saat menghadiri diskusi ekonomi ILUNI UI, di Kampus UI Salemba, Kamis (11/4/2019).

Dalam ceritanya Arie menyinggung infrastruktur yang dibangun Jokowi. Dia mengatakan bahwa warga Brebes tinggal di samping infrastruktur yang menurutnya kebanggaan Presiden Jokowi. Namun kondisi petani di sana menurutnya sangat merana.

"Padahal daerah mereka itu berada di samping tol kebanggaan Pak Jokowi, saya terus terang memahami kondisi ini, malahan nilai tukar petani tidak berkembang, malah kondisinya makin parah. Ada apa ini," ungkap Arie.

Arie juga mengatakan infrastruktur yang dibangun Jokowi sia-sia belaka. Dia menilai semua yang dibangun hanya pencitraan.

"Apa yang terjadi menurut kami Pak Jokowi menjadikan infrastruktur sebagai 'pamflet beton' atau kepentingan untuk kampanye. Bukan sebagai alat untuk merealisasikan pertumbuhan," kata Arie.



Menanggapi hal tersebut, Rama membalas sindiran Arie mengenai infrastruktur. Menurutnya, infrastruktur dibangun sebagai stimulus, dan optimalisasinya tidak bisa instan.

"Ini kan tadi udah disampaikan infrastruktur untuk stimulus, nggak mungkin efek akan segera seperti itu, ketika ini dibangun tidak mungkin bisa sesegera gitu," ungkap Rama.

Rama meneruskan, misalnya bandara Kertajati, pemerintah akan melakukan pembangunan di sekitar bandara tersebut guna menggenjot optimalisasi bandara Kertajati.

"Meskipun, nggak instan dan lama. Kertajati itu belum kelihatan aja, kita mau bikin jalan tol nya kan kesana, nanti disana juga ada kawasan industrinya, ingat ini stimulus nanti pasti ada efeknya," ungkap Rama.

(eds/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed