Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 12 Apr 2019 11:43 WIB

Sandiaga Janji Ekonomi 6,5% Dalam 2 Tahun, Ekonom: Mimpi di Siang Bolong

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Raja Adil/detikcom Foto: Raja Adil/detikcom
Jakarta - Cawapres nomor urut 02, Sandiaga Uno menjanjikan ekonomi Indonesia bisa tumbuh hingga 6,5% dalam waktu 2 tahun. Menurut dia angka pertumbuhan ekonomi di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo stagnan di angka 5%.

Menanggapi hal tersebut sejumlah ekonom mengungkapkan hal tersebut adalah hal yang sulit. Pasalnya saat ini ekonomi global sedang mengalami perlambatan.

"Jadi kalau target (Sandiaga Uno) 6,5% itu mimpi di siang bolong, bahkan untuk 5 tahun ke depan kelihatannya sulit," kata ekonom INDEF Bhima Yudhistira Adhinegara saat dihubungi detikFinance, Jumat (12/4/2019).

Dia mengungkapkan hal ini karena ekonomi global juga diproyeksi rendah dengan adanya ramalan Jepang dan Amerika Serikat (AS) akan mengalami resesi dalam waktu dekat. Kemudian International Monetary Fund (IMF) menurunkan proyeksi ekonomi menjadi 3,3% dari sebelumnya 3,5%.


"Sepertinya awan mendung ekonomi dunia masih panjang," jelas dia.

Ekonom CSIS, Fajar B Hirawan mengungkapkan memang sah-sah saja jika peserta pilpres memberikan janji capaian yang bombastis saat berkampanye. "Terkadang janji tidak masuk akal tanpa ukuran atau studi yang jelas untuk menarik perhatian dan simpati calon pemilih. Terkait pernyataan pak Sandi yang janji pertumbuhan ekonomi 6,5% adalah janji yang berlebihan," ujar Fajar.

Menurut dia, hal tersebut akan sulit dilakukan pasalnya ekonomi global melambat, harga minyak yang fluktuatif dan cenderung meningkat dan harga komoditas yang belum menunjukkan adanya tren peningkatan.

(kil/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed