Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 18 Apr 2019 16:40 WIB

8 Ton Bawang Putih Digelontorkan untuk Operasi Pasar di Kramat Jati

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Operasi Pasar Bawang Putih di Pasar Kramat Jati (Herdi Alif Al Hikam/detikFinance) Foto: Operasi Pasar Bawang Putih di Pasar Kramat Jati (Herdi Alif Al Hikam/detikFinance)
Jakarta - Kementerian Perdagangan melakukan operasi pasar untuk bawang putih. Untuk hari ini 8 ton bawang putih digelontorkan kepada para pedagang eceran.

Direkrorat Jenderal Perdagangan Dalam Negri Kemnterian Perdagangan Tjahya Widayanti mengatakan bahwa dalam operasi pasar ini bawang putih akan diberikan harga sebesar Rp 25 ribu/kilogram.

"Hari ini mulai operasi pertama besok atas babtuan importir akan mengeluarkan stok yang ada untuk bantu masyarakat agar mendapatkan bawang putih dengan harga sesuai," kata Tjahya, di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis, (18/4/2019).


Pedagang diberikan kuota pembelian maksimal sebanyak satu karung alias 20 kilo gram, satu karungnya sendiri akan menjadi seharga Rp 500 ribu.

Operasi pasar ini menurut Tjahya akan dilakukan terus hingga harga di pasar turun. Menurut pantauan detikFinance seminggu lalu, harga bawang putih di pasaran sendiri dipatok Rp 45.000 per kilogram (kg), harga komoditas ini diakui meningkat sejak awal tahun.

"Kemarin berapa harganya, Rp 40-an kan, memang tidak akan langsung turun setidaknya kita tidak ingin sampai terjadi seperti di tahun 2017 lalu yang tinggi sekali jelang bulan puasa. Kita akan lakukan sampai harga normal lah," ungkap Tjahya.

"Ini kan seperti Pak Farid (salah satu perwakilan importir), masih terus digelontorkan sesuai kemampuan mereka, kan dari teman-teman importir juga tipis, kita masih inventarisir berapa banyak, kita belum bisa sampaikan dulu," tambahnya.


Tjahya berharap harga bawang putih kembali lagi di standar yang normal dengan adanya operasi pasar. Menurut dia normalnya harga bawang putih sekitar Rp 25 ribu sampai 35 ribu per kilogram.

"Tahun lalu itu kan kita mau Rp 25 ribu-35 ribu, di ritel moderen itu Rp 35 ribu tapi sudah bersih. Andai kata pasar dibanjiri (barang) pasti akan turun, supply demand lah," ungkapnya. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed