Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 18 Apr 2019 17:02 WIB

Bagaimana Dampak Keunggulan Jokowi Versi Quick Count ke Ekonomi RI?

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Pradita Utama Foto: Pradita Utama
Jakarta - Perolehan quick count sementara masih menunjukkan pasangan calon presiden RI Jokowi-Ma'ruf Amin unggul. Jika ini terus bertahan hingga pengumuman resmi KPU dirilis, maka Presiden Joko Widodo akan menduduki kursi presiden kedua kalinya.

Walaupun belum rilis secara resmi terkait kemenangan kubu 01, namun dampaknya sudah terlihat walaupun belum signifikan.

Indeks harga saham gabungan (IHSG) Indonesia melonjak hingga 2,32% di pembukaan perdagangan saham hari ini, Kamis (18/4/2019).


Selain itu, rupiah menguat sebesar 0,6%. Angka tersebut menunjukan peningkatan terkuat terhadap dolar AS dalam waktu kurang dari dua bulan. Menurut sejumlah analis, hal ini adalah optimisme bagi pasar uang di Indonesia.

Sayangnya, optimisme hasil quick count ini baru dirasakan pada pasar modal dan pasar uang.

Mengutip CNBC, Kamis (18/4/2019), Kepala Peneliti Ekonomi Asia Tenggara dan Indonesia Oxford Economics Priyanka Kishore, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih akan berlanjut di angka yang sama. Ia memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi di Indonesia akan tumbuh rata-rata 5,1% per tahun, dimulai dari 2019 hingga 2027.


Kishore berpendapat, Presiden Jokowi tak akan membuat reformasi besar-besaran di sektor ekonomi pada masa jabatan kedua. Hal tersebut yang melatarbelakangi proyeksinya akan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Reformasi yang tertahan ini disebabkan parlemen yang terpecah-belah rentannya ekonomi Indonesia terhadap kondisi global.

"Parlemen yang terpecah belah dan kerentanan terhadap kondisi eksternal dapat menahan reformasi yang ambisius. Kemungkinan hal ini akan terus membayangi masa jabatan keduanya juga," tulisnya dalam sebuah laporan pada Rabu, (17/4/2019). (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed