Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 19 Apr 2019 16:13 WIB

Jet Airways di Ambang Kebangkrutan, Pesaing Incar Slot Penerbangan

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jet Airways/Foto: (Reuters) Jet Airways/Foto: (Reuters)
Jakarta - Saham Jet Airways Ltd merosot pada Kamis. Penurunan saham ini terjadi karena insiden perseroan menghentikan seluruh penerbangan.

Akibat kondisi ini, banyak perusahaan pesaing seperti SpiceJet yang berencana untuk mengisi slot kosong penerbangan Jet Airways.

Mengutip Reuters, Jumat (19/4/2019), usai Jet menghentikan seluruh operasi penerbangan pada Rabu malam, pemberi kredit terbesar seperti State Bank of India menolak melakukan perpanjangan tenor kredit agar maskapai tetap beroperasi.


Selain saham, nilai valuasi perusahaan kini juga terus menurun, saat ini hanya sekitar US$ 260 juta merosot tajam jika dibandingkan dengan tahun 2005 yang mencapai US$ 1,6 miliar.

Memang, kini Jet Airways harus menanggung beban utang hingga US$ 1,2 miliar. Berbagai upaya sudah dilakukan oleh perusahaan dengan mengajukan pinjaman di berbagai bank, namun tak ada satupun kesepakatan yang terjadi.

Analis HDFC Securities, Madhukar Ladha menjelaskan pemberi kredit mengharapkan jika penjualan saham perusahaan bisa lebih baik.

"Saya pikir proses penawaran tak akan berjalan baik," ujar dia.


Dia mengungkapkan, saat masa kejayaan, Jet Airways mampu mengoperasikan 120 pesawat dengan 600 penerbangan setiap harinya. Maskapai ini memiliki sekitar 16.000 karyawan. Namun dalam hitungan minggu perseroan membatalkan ratusan penerbangan dan menghentikan seluruh penerbangan keluar India.

"Cara terbaik untuk menghidupkan lagi Jet Airways adalah dana besar dari investor baru," imbuh dia. (kil/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed