Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 22 Apr 2019 14:01 WIB

Tiket Pesawat Masih Mahal, Budi Karya: Imbauan Tidak Dipenuhi

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Lamhot Aritonang Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengungkapkan penyebab harga tiket pesawat di Indonesia masih mahal dan tidak kunjung turun, meskipun sudah ada beberapa imbauan yang telah diterbitkan pemerintah.

Menurut Budi, salah satu alasan masih enggannya maskapai penerbangan tanah air menurunkan harga tiket pesawat karena menjaga bisnis nya tetap berjalan baik.

"Masalah nya kan mereka kan upaya untuk membuat bisnis nya lebih baik, sehingga dia tidak melanggar UU karena dia sesuai dengan tarif batas atas," kata Budi Karya di komplek Istana, Jakarta, Senin (22/4/2019).

Kementerian Perhubungan, kata Budi Karya juga sudah menerbitkan imbauan kepada maskapai penerbangan nasional untuk menurunkan harga. Di mana, imbauan tersebut dikenal dengan sub-harga (surprice) atau harga tertentu berjenjang.



Hanya saja, Budi mengaku jika imbauan tersebut tidak dijalankan dengan baik oleh para maskapai penerbangan di Indonesia.

"Saya kemarin sifatnya himbauan untuk menetapkan surprice. Tampaknya, himbauan itu tidak dipenuhi secara maksimal," ujar dia.

Oleh karena itu, Mantan Bos AP II ini akan memanggil semua bos maskapai penerbangan, dari Garuda Indonesia hingga Lion Air untuk mendiskusikan penurunan harga tiket.

Padahal, kata Budi, jika maskapai menerapkan surprice pada tiket, maka harga tiket pesawat yang terjangkau bakal tersedia.

"Minggu ini satu-satu akan saya panggil. Mengenai apa yang akan dilakukan. Lalu kita cari solusi nya. Apakah kita menetapkan surprice atau kita menurunkan batas atas. Mana yang secara legal memang dimungkinkan," ungkap Budi.




Simak Juga 'Rapat Kesiapan Mudik, Menhub Anjurkan Pemudik Tak Pakai Motor':

[Gambas:Video 20detik]

(hek/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com