Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 23 Apr 2019 14:02 WIB

Sri Lanka Terancam Ditinggal Wisatawan Gara-gara Ledakan Bom

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: ABC Australia Foto: ABC Australia
Jakarta - Kabar duka datang dari Sri Lanka pada Minggu, bertepatan dengan perayaan Paskah terjadi serangan yang menelan 290 korban jiwa dan ratusan lainnya terluka. Hotel Shangri-La yang ada di Kolombo juga menjadi sasaran ledakan tersebut.

Kejadian ini turut memukul sektor pariwisata Kolombo, sehingga akan mempengaruhi perekonomian negara kepulauan di Samudera Hindia ini. Ada 39 turis mancanegara yang teridentifikasi tewas dalam ledakan tersebut. Mulai dari wisatawan Inggris, Denmark, Australia dan India.

Mengutip CNN kejadian tersebut benar-benar merusak perekonomian Sri Lanka. Setiap tahunnya, Sri Lanka didatangi 2,5 juta pengunjung dari seluruh dunia. Berdasarkan data World Travel and Tourism Council menyebut pariwisata adalah kontributor terbesar pertumbuhan ekonomi di sana.


Pariwisata di Sri Lanka telah menyumbang 1 juta lapangan kerja dan menghasilkan devisa terbesar. Ekonom Asia Capital Economics Alex Holmes menjelaskan sektor pariwisata tumbuh sangat pesat di Sri Lanka.

"Dalam jangka pendek kejadian ini akan mempengaruhi industri pariwisata Sri Lanka," ujar Holmes dikutip dari CNN, Selasa (23/4/2019).

Akibat kejadian ini, banyak penumpang yang membatalkan tiket pesawat. Misalnya Sri Lankan Airlines yang menyebut ada ratusan pembatalan pesanan paska terjadi ledakan. Maskapai ini memberikan kemudahan untuk penumpang yakni menunda atau mengubah waktu penerbangan tanpa biaya.

CEO Sri Lankan Airlines Vipula Gunatilleka menjelaskan banyak wisatawan yang merasa khawatir. "Karena hotel yang diserang, pemesanan dari wisatawan asing saya yakin akan turun," jelas dia.


Selain sektor pariwisata, pasar modal di Sri Lanka juga terpengaruh insiden tersebut. Ada potensi aliran dana keluar dari negara tersebut dan menjadikan dolar AS menguat. Hal ini justru akan berbahaya untuk Sri Lanka dan akan semakin membebani perekonomian. Utang pemerintah Sri Lanka kini sudah mencapai 80% dari produk domestik bruto (PDB).


Tonton juga video 'Inggris Sebut Teror di Sri Lanka Menjijikkan':

[Gambas:Video 20detik]


Sri Lanka Terancam Ditinggal Wisatawan Gara-gara Ledakan Bom
(kil/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com