Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 26 Apr 2019 14:40 WIB

Sri Mulyani Tinjau Fasilitas Riset Bio Farma

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Dok. Bio Farma Foto: Dok. Bio Farma
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meninjau fasilitas riset dan pengembangan vaksin Bio Farma di Bandung. Kunjungan Sri Mulyani ini untuk mengetahui lebih lanjut kesiapan Bio Farma, setelah para direksinya melakukan audiensi terkait rencana pengembangan ekspor dan kerja sama dengan berbagai lembaga internasional.

M. Rahman Roestan, Direktur Utama Bio Farma menyampaikan bahwa saat ini Bio Farma mendapat banyak kepercayaan dari lembaga internasional. Selain kerja sama dengan Bill and Melinda Gates Foundation, PATH, UNICEF dan WHO. terdapat potensi kerja sama dengan pemerintah Maroko dalam pengembangan fasilitas produksi vaksin dan produk biologi lainnya"

"Saat ini tim Bio Farma sedang berada di Maroko untuk mendiskusikan lebih lanjut tentang kerjasama ini," kata Rahman dalam keterangannya, Jumat (26/4/2019).

Terkait dengan rencana berbagai kerja sama Bio Farma dengan pihak luar negeri, Sri Mulyani menyampaikan bahwa pemerintah, dalam hal ini melalui Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) mendukung pengembangan usaha Bio Farma dan akan melakukan pendampingan penuh khususnya mengenai pemberian fasilitas pembiayaan, penjaminan dan asuransi.

Bersamaan dengan peninjauan Sri Mulyani ke Bio Farma sekaligus mengecek langsung fasilitas riset dan pengembangan vaksin, paska dibentuknya Center of Excellence Vaccine , Organization of Islamic Cooperation (OIC) di Gedung Riset Bio Farma.


Sri Mulyani juga meninjau pelaksanaan investasi gedung-gedung dan mesin-mesin fasilitas produksi beserta penunjangnya, untuk meningkatkan kapasitas produk.

"Dengan kemampuan Bio Farma untuk memproduksi vaksin secara mandiri, sehingga bisa lebih efisien dari anggaran karena diproduksi di dalam negeri. Produksi vaksin untuk kemandirian agar tidak di dominasi oleh negara-negara maju. Khususnya untuk menjaga ketersediaan produk vaksin di dalam negeri maupun pemenuhan vaksin untuk negara-negara berkembang, serta negara yang tergabung dalam organisasi kerjasama Islam (OKI)," kata Sri Mulyani.

Rahman menjelaskan proses manufacturing, kompleksitas vaksin dan produk life science serta menjelaskan pengembangan bahan baku produk.

Sri Mulyani juga mendorong agar Bio Farma memanfaatkan secara optimal fasilitas bea masuk dan impor barang modal.

"Bio Farma mampu menghasilkan vaksin sendiri, masyarakat dapat menerima manfaat vaksin yang berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau, karena sebagian besar bahan baku vaksin merupakan hasil periset dalam negeri," tutup Rahman.

(ara/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com