Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 30 Apr 2019 15:46 WIB

Digandeng Garuda Pasang WiFi, Situs Mahata Dijual

Ardan Adhi Chandra - detikFinance
Foto: Ardan Adhi Chandra (Tangkapan Layar) Foto: Ardan Adhi Chandra (Tangkapan Layar)
Jakarta - PT Mahata Aero Teknologi, salah satu perusahaan penyedia teknologi wifi on board menjalin kerja sama dengan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA). Nilai kontrak yang ditandatangani Desember 2018 itu mencapai US$ 239,94 juta atau sekitar Rp 3,36 triliun.

Tak banyak referensi yang bisa ditemukan terkait Mahata. Di mesin pencarian Google, muncul laman perseroan dengan alamat http://www.mahataaerotech.com. Sayangnya laman ini tidak bisa diakses hanya ada tulisan 'Domain is For Sale' dan Domain and hosting for sale, still 5 years contract.

Laman resmi perusahaan disebut sudah berganti ke alamat https://www.mahata.co.id. Namun, laman tersebut juga tidak menampilkan informasi apapun, hanya ada tulisan nama lengkap perusahaan berlatar abu-abu.

"Mahata.co.id under reconstruction lagi di peralihan mahataerotech ke mahata.co.id," tutur Staf Admin Mahata Yasmin Shabri ditemui detikFinance di kantornya, Prosperity Tower, SCBD, Jakarta, Selasa (30/4/2019).


PT Mahata Aero Teknologi didirikan berdasarkan Akta No. 3 tanggal 03 November 2017 yang dibuat oleh Yeldi Anwar, SH, notaris di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Hukum dan Perundang-undangan Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. AHU-0140899.AH.01.11.TAHUN 2017 tanggal 08 November 2018.

Perusahaan berkantor di Prosperity Tower 9th Floor, Unit F, District 8, SCBD Lot 28, Jalan Jenderal Sudirman Kav. 52-53 Jakarta Selatan 12190. Kegiatan usaha perusahaan dengan pasal 3 anggaran dasar perusahaan, ruang lingkup kegiatan perusahaan bergerak dalam bidang industri jasa, perdagangan, pembangunan, percetakan, transportasi dan pertanian.

Saat ini kegiatan usaha Mahata bergerak di bidang penyediaan layanan internet pada transportasi udara. Menariknya, modal usaha perusahaan yang menggarap proyek hingga Rp 3,36 triliun itu ternyata hanya Rp 10,5 miliar dan terdiri dari 4 pemegang saham.

Pemegang saham terbesar PT Wicell Technologies yang memegang 7.035 lembar saham setara 33,5% dengan nilai Rp 3,52 miliar. Lalu ada Hendro Prasetyo dan Muhamad Fitriansyah yang memegang jumlah saham yang sama yakni 6.720 saham atau 32% dengan nilai Rp 3,36 miliar.

(ara/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com