Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 06 Mei 2019 08:06 WIB

Driver Go-Jek Batal Mogok di Hari Pertama Puasa

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Ilustrasi foto driver Go-Jek. Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom Ilustrasi foto driver Go-Jek. Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom
Jakarta - Para driver Go-Jek membatalkan rencana mogok 'narik' dengan mematikan layanan (off bid) pada hari ini, Senin (6/5/2019) atau bertepatan dengan hari pertama puasa. Ini alasannya.

Ketua Gabungan Aksi Roda Dua Indonesia (GARDA) Igun Wicaksono merilis sebuah video berdurasi 1 menit 3 detik yang menjelaskan alasan batalnya aksi mogok tersebut. Video tersebut direkam pada pukul 04.00 WIB hari ini.

"Kami Garda Indonesia sebagai penggagas aksi Off Bid 605 atas protes kami kepada Go-Jek yang tidak ikuti aturan kepmenhub mengenai biaya jasa tarif ojek online sehingga menimbulkan gejolak di kalangan rekan Go-Jek," kata Igun dalam video yang disebar ke awak media tersebut, Senin (6/5/2019).

"Namun pada Senin 6 Mei 2019 jam 00.00 WIB akhirnya Go-Jek mengembalikan tarif seperti semula sesuai Kepmenhub nomor 348 Tahun 2019," ujarnya.

"Maka dengan ini Garda menyatakan bahwa aksi off grid 605 secara resmi dibatalkan. Ojol bersatu, tidak bisa dikalahkan!" tutupnya.


Sebelumnya, Go-Jek memutuskan untuk menetapkan tarif kembali seperti semula atau sebelum ketentuan tarif baru yang berlaku pada 1 Mei 2019.

Pemberlakukan ketentuan tarif ojek kembali seperti semula viral di sosial media. Dalam sebuah akun Instagram @dramaojol.id disebutkan, Go-Jek mengumumkan Ketetapan Tarif Layanan Go-Ride.

pengumuman tersebut ditujukan pada para sopir atau driver Jabodetabek. Dijelaskan, setelah melakukan uji coba penyesuaian tarif yang berlaku sejak 1 Mei 2019 dan memonitor respons kondisi pasar, Go-Jek perlu menimbang kembali Pedoman Biaya Jasa Ojek Online dari pemerintah demi memastikan keberlangsungan layanan Go-Ride untuk seluruh mitra ke depannya.


Selanjutnya, dalam keterangan itu disebutkan, mulai 4 Mei 2019 tarif Go-Ride (sebelum potongan) akan kembali seperti semula. Di mana, tarif dasar 0-9 kilometer (km) Rp 1.900/km dan setelah 9 km dipatok Rp 3.000/km. Tarif minimumnya ialah Rp 9.000/order.

Dengan adanya ketentuan itu artinya tarif untuk Go-Jek turun. Sehingga, driver pun protes dengan menggelar aksi Off Bid. Namun aksi tersebut akhirnya dibatalkan.



Tonton juga video Lawan Tindakan Pelecehan Seksual, GO-JEK Luncurkan 2 Fitur Keamanan:

[Gambas:Video 20detik]

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com