Inflasi September Capai 0,69%

Year on Year Tembus 9,06%

Inflasi September Capai 0,69%

- detikFinance
Senin, 03 Okt 2005 15:36 WIB
Jakarta - Tingginya harga beras, gula dan terjadinya kelangkaan BBM membuat laju inflasi pada September 2005 mencapai 0,69 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan Agustus 2005 yang sebesar 0,55 persen. Untuk laju inflasi tahun kalender dari Januari sampai September 2005 mencapai 6,39 persen. Sedangkan tingkat inflasi year on year (YoY) yakni perbandingan antara September 2005 terhadap September 2004 sebesar 9,06 persen. Tingkat inflasi year on year ini adalah nilai inflasi tertinggi selama dua tahun terakhir. Sebelumnya untuk inflasi year on year Agustus 2005 terhadap Agustus 2004 hanya sebesar 8,33 persen."Inflasi di bulan September cukup tinggi karena adanya kenaikan harga beras, gula pasir dan terjadi kelangkaan minyak tanah. Inilah yang memberikan pengaruh signifikan terhadap inflasi September," kata Mulyono Muah, Deputi bidang Metodologi dan Informasi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) dalam jumpa pers di kantor BPS, Jl Dr.Sutomo, Jakarta, Senin (3/10/2005).Kelangkaan minyak tanah memberikan kontribusi inflasi pada September sebesar 0,03 persen. Begitu juga dengan tingginya harga Pertamax memberikan pengaruh inflasi sebesar 0,05 persen. Dari 45 kota yang dilakukan survei indeks harga konsumen (IHK) tercatat 42 kota mengalami inflasi dan 3 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Palu sebesar 2,38 persen dan terendah di Batam 0,02 persen. Sedankan deflasi terkecil terjadi di Mataram 0,06 persen. Menurut Muah, inflasi pada September belum terpengaruh dengan adanya kenaikan harga BBM. Kenaikan BBM baru dirasakan pada 1 Oktober dan pengaruhnya terjadi pada akhir Oktober 2005.Namun Muah menolak menjelaskan berapa perkiraan inflasi pada Oktober yang dilakukan BPS pascakenaikan BBM. Laju inflasi kata Muah, terdiri dari dua faktor yang mempengaruhinya yaitu secara teknis dan psikologis."Kalau kita menentukan prediksi nanti secara psikologis akan kesana mengarahnya dan kita belum berani mengumumkan," ujarnya.Yang jelas lanjutnya, untuk inflasi Oktober akan ada pengaruh yang signifikan dari kenaikan harga BBM. Apalagi pada bulan Oktober, kebutuhan barang cukup tinggi karena puasa dan hari raya plus adanya tuslah angkutan lebaran."Inilah yang membuat terjadinya faktor ganda yang akan mempengaruhi inflasi pada Oktober," tutur Muah. (ir/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads