Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 09 Mei 2019 17:49 WIB

Pemerintah Sulap Lahan Tandus Jadi Kebun Tebu

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: reuters Foto: reuters
Jakarta - Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengungkapkan strateginya untuk mendorong daerah yang tertinggal.

Eko memamerkan program unggulan kawasan perdesaan alias Prukades, garapan dari kementeriannya. Program ini menurutnya mempertemukan produk unggulan suatu daerah dengan program dari instansi pemerintah ataupun perusahaan swasta.

"Kita punya program unggulan kawasan perdesaan (Prukades), ini me-link-kan program kementerian maupun instansi perusahaan dengan produk andalan," jelas Eko pada Musyawarah Perencanaan Pengembangan Nasional (Musrenbangnas) 2020, di Hotel Shangri La, Kamis (9/5/2019).


Salah satu daerah yang menurutnya sukses melakukan program ini adalah daerah transmigrasi Melolo di Sumba Timur. Menurutnya, sebelum ada program Prukades dilakukan disana, daerah itu hanyalah kawasan yang sangat tandus.

"Ada satu daerah di Sumba Timur ada daerah Melolo, itu sangat tandus hanya 3 bulan ada air dalam satu tahun. Nah kita atas masukan local university ini cocok tanahnya buat tebu," ungkap Eko.

Karena saran dari peneliti tadi pihak kementerian akhirnya mencari perusahaan yang mau membantu program pengembangan tebu disana. Akhirnya ada satu perusahaan yang mau berkerja sama

"Lalu kita cari perusahaannya kita roadshow ahirnya, salah satu perusahaan tertarik untuk membantu, mereka invest di sugar millnya mereka juga membantu filantropinya mereka bantu mereka juga bantu cut and fieldnya," kisah Eko.

Bahkan, perushaan itu pun mau membantu programnya untuk membangun embung alias bendungan kecil sebagai tempat penampung air.

"Mereka juga bantu bikin embung juga, 100x100x12 meter, dananya itu Rp 260 miliar tanpa apbn sepeserpun. Kita tes di musim kemarau air masih separo, satu tahun kemudian daerah tandus itu menjadi hijau kebun tebu," ungkap Eko.


Eko menjelaskan targetnya, tahun depan lahan tebu disana dapat memproduksi hingga 150 ribu ton gula. "Insyaallah tahun depan lahan yang produktif ini bisa produksi 150 ribu ton gula," ungkapnya.

Operasional lahan tebu itu sendiri diberikan pihak kementerian kepada masyarakat sekitar. Bahkan, masyarakat menurut Eko berhasil mendapatkan Rp 7 juta rupiah/bulan dalam mengoperasikan lahan.

"Yang unik masyarakat kami bagikan 3 hektar, dalam bisnis model ini masyarakat bisa hasilkan sebulan lebih dari Rp 7 juta rupiah," kata Eko.

Eko pun mengajak para kepala daerah untuk menberitahu pihaknya daerah-daerah potensial, serta produk unggulannya.

"Kami imbau para kepala daerah kasih tau produk unggulannya apa nanti kami link-kan," kata Eko. (dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com