Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 10 Mei 2019 10:14 WIB

Jawab Isu Reshuffle, Rini: Tanya ke Presiden!

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Lamhot Aritonang Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Isu perombakan atau reshuffle kabinet Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) berhembus kencang beberapa waktu terakhir. Bahkan, Staf Khusus Presiden Johan Budi mengungkap, kemungkinan reshuffle memang ada tapi setelah Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran.

Sejumlah menteri pun disebut layak untuk diganti, salah satunya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno. Lalu, apa tanggapan Rini mengenai isu perombakan kabinet ini?

Menanggapi isu reshuffle, Rini bilang agar lebih baik ditanyakan kepada Presiden Jokowi. Sebab, presiden yang memiliki hak khusus untuk mengganti anak buahnya.

"Kalau soal reshuffle harap tanya ke Bapak Presiden, karena yang mempunyai hak prerogatif, hak Presiden," katanya di Gedung Nyi Ageng Serang, Jakarta Selatan, Jumat (10/5/2019).


Rini tak berkomentar banyak mengenai hal tersebut usai memantau pendaftaran mudik bareng BUMN.

Sebelumnya, Pengamat Ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Bhima Yudhistira menyebut ada 5 menteri yang harus segera diganti. Salah satu nama menteri yang ia sebut ialah Rini Soemarno.

Menurut Bhima, Rini mesti diganti karena berkaitan dengan kejanggalan laporan keuangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. Lalu, rencana holding BUMN yang dinilainya menurunkan kinerja anak usaha BUMN.

"Kinerja BUMN masih di bawah ekspektasi. Menurut saya perlu ada penyegaran juga," ujar Bhima.

(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com