Kepala BPS Suhariyanto mengatakan komoditas ekspor yang mengalami peningkatan paling tinggi adalah karet dan barang dari karet. Kenaikannya mencapai 15%.
"Berdasarkan HS 2 digit, ada yang naik, ada yang turun, yang alami peningkatan karet dan barang dari karet itu nilainya naik 15,10% negara tujuannya AS, Jepang, Tiongkok," kata Suhariyanto di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (15/5/2019).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Suhariyanto juga mengatakan ekspor bubur kayu atau pulp tercatat naik meski tak rinci berapa angkanya. Adapun negara tujuannya ke China, Korea Selatan dan Turki.
"Kedua, bubur kayu atau pulp, ekspornya ke Tiongkok, Korsel, Turki," ujarnya.
Begitu juga dengan alas kaki, ekspornya masih tercatat positif dengan negara tujuan AS, China dan Belgia.
Kejadian sebaliknya terjadi pada komoditas perhiasan atau permata yang tercatat mengalami penurunan. Ekspor komoditas ini loyo ke Singapura hingga Hong Kong.
"Sebaliknya yang turun dalam adalah perhiasan atau permata, negara tujuannya adalah Singapura, Jepang dan Hong Kong," tuturnya.
Penurunan kinerja ekspor diikuti oleh komoditas lemah dan minyak hewan nabati dengan negara tujuan China dan India. Kemudian untuk ekspor bahan bakar mineral juga loyo kinerja ekspornya ke India, China dan Jepang.
Simak Juga Video Terbaru Topreneur di20detik:












































