Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 17 Mei 2019 14:18 WIB

Mau Mudik Naik Transportasi Umum, Pilih Nyaman atau Murah?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Foto: Lamhot Aritonang Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Pulang ke kampung halaman menjadi kebutuhan banyak orang saat memasuki hari raya. Menuju kampung halaman pun banyak sarananya.

Salah satunya adalah transportasi umum, mulai dari pesawat udara hingga bus kota. Lalu apabila berniat mudik dengan sarana transportasi umum tahun ini lebih baik naik apa?

Perencana keuangan Andi Nugroho menilai untuk memilih sarana transportasi sendiri merupakan pilihan pribadi banyak orang. Setidaknya Andi menjabarkan dua hal, memilih transportasi yang mendukung kenyamanan atau memilih transportasi yang harganya terjangkau.


Misalnya, Andi mencontohkan antara kereta api dengan pesawat. Menurutnya, kereta api eksekutif dengan pesawat ekonomi harganya hampir sama, namun dengan naik pesawat bisa lebih cepat.

"Misalnya mau ke Jogja, penerbangan itu sekitar Rp 800- Rp 1 jutaan, naik kereta api yang eksekutif paling mahal mendekati Rp 800 ribuan harganya. Nah kalau mau nyaman dengan harga yang tidak terlalu berbeda mending naik pesawat sekalian karena lebih cepat," kata Andi kepada detikFinance, Jumat (17/5/2019).

Lalu, kalau mau lebih murah lagi bisa saja opsinya memilih kereta api kelas ekonomi. Meskipun kenyamanannya jauh berbeda namun harga bisa jauh lebih murah.

"Atau kalau mau murah sekalian pilih kereta api yang ekonomi aja sekalian, denger-denger untuk ke Jogja aja harganya kisaran Rp 90 ribu-Rp 100 ribuan. Cuma ya kenyamanannya kan jauh beda, waktu tempuhnya juga lebih lama, dan pas nyari tiket juga rebutan," ungkap Andi.


Ada juga bus antar kota antar provinsi, beberapa orang pun menurut Andi ada yang rela naik bus meskipun sudah pasti kena macet demi kenyamanannya.

"Ada orang juga, apalagi yang bus mania itu, rela macet-macetan di tol naik bus karena mereka nyaman naik bus. Bus juga murah sih memang rangenya kan Rp 100 ribuan, dan carinya pun gampang, misalnya kita ke (Terminal) Kampung Rambutan, tiap saat pasti ada aja armadanya," ungkap Andi.

Intinya Andi menggarisbawahi dua hal, dalam memilih transportasi umum ada dua faktor. Pertama menyesuaikan kenyamanan dan selanjutnya menyesuaikan harganya.

"Intinya itu ya dua, si pemudik mau nyaman atau murah. Kalau mau nyaman fasilitas dan waktu tempuh ya bisa mahal, kalau mau murah ya fasilitasnya seadanya aja waktu juga bisa lama," kata Andi.

"Kalau saya sih selama bisa naik pesawat ya pesawat, tarifnya juga mau diturunin, enaknya ya cepat," tambahnya.


Tonton video Bye-bye GT Cikarut, Sayonara 'Hantu' Kemacetan:

[Gambas:Video 20detik]

(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed