Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 17 Mei 2019 19:12 WIB

Ekonomi Mulai Merosot, Pemerintah Harus Kencangkan 'Ikat Pinggang'

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Dok KEIN Foto: Dok KEIN
Jakarta - Tanda-tanda menurunnya perekonomian RI mulai terlihat. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) saat merilis perkembangan APBN 2019 hingga April juga mengakui hal tersebut.

Untuk mengantisipasi penurunan ekonomi lebih dalam, pemerintah disarankan untuk mengencangkan ikat pinggang. Pemerintah diharapkan bisa menahan diri untuk melakukan belanja yang tidak perlu.

"Menghemat belanja-belanja yang tidak perlu," Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta di Kantor KEIN, Jakarta, Jumat (17/5/2019).

Menurutnya sektor yang harus dilakukan penghematan di sektor migas. Sementara untuk belanja barang mulai dari belanja pegawai, infrastruktur hingga bantuan sosial juga disarankan untuk dipangkas.


"Ngapain mesti pakai barang berbasis impor pengadaan, kalau dalam negeri kan bisa. Ini juga dalam rangka menghemat devisa secara tidak langsung," katanya.

Namun menurut Arif, penghematan dilakukan bukan berarti pengadaan barang dihentikan begitu saja.

Sementara Anggota KEIN Telisa Aulia menilai untuk menyelamatkan defisit transaksi berjalan (CAD) diperlukan optimalisasi devisa dari sektor pariwisata dan TKI.

"Pendapatan sekunder ternyata walaupun kecil tapi selalu positif. Pendapatan sekunder itu remintansi dari para pekerja migran Indonesia kita. Kalau dilihat mereka memang benar pahlawan devisa kita," ujarnya.

(das/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com