Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 18 Mei 2019 10:30 WIB

Rizal Ramli Sebut Menkeu Ratu Utang, TKN: Nyinyir!

Hendra Kusuma - detikFinance
Jubir TKN Jokowi-Maruf Amin Ace Hasan/Foto: Ahmad Bil Wahid/detikcom Jubir TKN Jokowi-Ma'ruf Amin Ace Hasan/Foto: Ahmad Bil Wahid/detikcom
FOKUS BERITA Menteri Pencetak Utang
Jakarta - Mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli melontarkan kritikan terhadap jumlah utang pemerintah yang tembus Rp 4.528,45 triliun Ada kenaikan Rp 347 triliun jika dihitung sejak April 2018 atau selama satu tahun.

Merespons hal itu Rizal Ramli menyebut Menteri Keuangan sebagai Ratu Utang. Tim kampanye nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin menilai tidak aneh jika Rizal Ramli melontarkan kritikan, apalagi setelah dirinya tidak lagi bergabung dalam pemerintahan kabinet kerja.

"Tak aneh apabila seorang Rizal Ramli nyinyir seperti itu sejak tak lagi berada dalam pemerintahan," kata Jubir TKN Ace Hasan Syadzily saat dihubungi detikFinance, Jakarta, Sabtu (18/5/2019).


Sebagai ekonom senior, kata Ace, seharusnya Rizal Ramli mengetahui cara pengelolaan utang pemerintah dan tidak hanya melihat dari jumlahnya saja. Sebab, utang itu aman atau tidak dapat dilihat dari rasio terhadap produk domestik bruto (PDB).

Menurut data Kementerian Keuangan per April 2019 total utang pemerintah mencapai Rp 4.528,45 triliun. Utang itu rasionya setara dengan 29,65% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka itu jauh dari batas rasio utang pemerintah dan defisit APBN yang diatur oleh UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara dalam Penjelasan Pasal 12 ayat 3 membatasi defisit APBN sebesar 3% PDB dan pinjaman pemerintah 60% PDB.

"Seharusnya sebagai ekonom, dia tahu tentang utang pemerintah yang dikaitkan dengan PDB kita," ujar Ace.

"Angka tersebut berarti utang pemerintah masih aman alias jauh di bawah batas yang ditetapkan ketentuan perundang-undangan yaitu 60% dari PDB," tambahnya.

(hek/hns)
FOKUS BERITA Menteri Pencetak Utang
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com