Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 18 Mei 2019 15:00 WIB

Harga Tiket Pesawat Mahal, Bagaimana Penjualan di Traveloka?

Hendra Kusuma - detikFinance
Ilustrasi/Foto: (iStock) Ilustrasi/Foto: (iStock)
Jakarta - Isu mengenai harga tiket pesawat yang masih mahal sempat mengemuka beberapa waktu belakangan. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi sampai meminta bantuan Menko Perekonomian Darmin Nasution untuk memutuskan mengenai nasib harga tiket.

Baru beberapa hari yang lalu atau pada 15 Mei 2019 pemerintah memutuskan serta mengimplementasikan penurunan harga tiket pesawat mulai dari 12-16%. Namun, selama kuartal I-2019, harga tiket pesawat tercatat masih mahal. Apakah itu mengganggu penjualan tiket di Traveloka?

Menutup kuartal pertama di tahun 2019, unit bisnis Transport Traveloka membukukan peningkatan penjualan tiket pesawat hampir 30% dibanding kuartal pertama tahun lalu.

Hal ini seperti diungkapkan oleh Chief Executive Officer (CEO) Transport Traveloka, Caesar Indra dalam keterangan resminya, Jakarta, Sabtu (18/5/2019).

"Hal ini menunjukkan bahwa, meskipun terdapat kelesuan di industri, akibat harga tiket yang melonjak hampir dua kali lipat, aplikasi Traveloka masih menjadi pilihan favorit bagi masyarakat Indonesia untuk membeli tiket pesawat," kata Caesar.

Lanjutnya lagi, pendapatan dari pembelian tiket ke luar negeri (outbound travel) meningkat lebih banyak dibandingkan pembelian tiket domestik, mencapai hampir 70% ke tujuan Jepang, Korea Selatan, Inggris, Belanda, dan Perancis. Sementara sisanya didapatkan dari pembelian tiket dari Asia Tenggara ke Indonesia, maupun lintas kota di wilayah Indonesia.



Selain menawarkan tiket pesawat terbang, unit bisnis Transport Traveloka juga menawarkan tiket Kereta Api, Bus & Travel, Antar Jemput Bandara, dan Rental Mobil, yang juga memberikan kontribusi cukup baik dari keseluruhan pencapaian unit bisnis.

"Moda transportasi darat merupakan salah satu yang mulai digemari oleh para travellers. Hal ini sejalan dengan meningkatnya infrastruktur darat di Indonesia, serta makin meningkatnya kualitas transportasi darat di Indonesia," ujar dia.

"Dengan respons yang cukup baik dari pengguna, kami berharap penjualan tiket transportasi darat tahun ini dapat meningkat lebih dari 12 kali lipat dibanding tahun lalu di traveloka," tambah dia.

Selain menyiapkan moda transportasi yang beragam, Traveloka juga menguatkan end-to-end transportation-nya dengan pelayanan terpadu yang berkualitas tinggi, mulai dari layanan customer service yang melayani pelanggan 24/7, fitur tambahan yang memudahkan seperti, Online Check-In, Price Alert, Easy Reschedule, Flight Status, Multi-City, serta proses refund yang mudah.

"Kami berharap moda transportasi darat yang kami tawarkan di Traveloka, dapat menjadi alternatif pilihan bepergian, yang nyaman dan terjangkau," tutup Caesar.

Transportasi adalah salah satu unit bisnis Traveloka, disamping lainnya termasuk, Akomodasi dan Experience. Traveloka adalah perusahaan teknologi asal Indonesia terkemuka di Asia Tenggara, yang menyediakan layanan travel dan lifestyle dalam satu platform. Didirikan tahun 2012, Traveloka sekarang sudah memiliki kantor di 8 negara, termasuk Indonesia, Thailand, Vietnam, Filipina, Singapura, Malaysia, India, dan Australia.

(hek/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com