Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 20 Mei 2019 15:35 WIB

Neraca Dagang Terparah Sejak Merdeka, Jokowi: Memang Persoalan Besar

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: REUTERS/Willy Kurniawan Foto: REUTERS/Willy Kurniawan
Belu - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya memberikan komentar terkait dengan kondisi neraca perdagangan Indonesia per April yang menjadi defisit terparah sepanjang sejarah.

Menurut Jokowi, defisit neraca perdagangan sudah menjadi masalah besar yang harus segera diselesaikan.

"Yang namanya defisit transaksi berjalan, defisit neraca perdagangan itu memang persoalan besar kita," kata Jokowi usai meresmikan Bendungan Rotiklot di NTT, Senin (20/5/2019).

Jokowi mengaku, selalu mengingatkan serta menyampaikan mengenai masalah defisit neraca perdagangan kepada para jajaran menterinya. Bahkan, dirinya pun menyampaikan beberapa jurus mengatasi tekor neraca dagang nasional.

"Bolak balik saya sampaikan di mana pun saya sampaikan tapi rumusnya, kalau ekspor tidak meningkat, kemudian barang substitusi impornya tidak diproduksi sendiri di dalam negeri, mau sampai kapan nggak akan rampung," tegas Jokowi.



Mantan Wali Kota Solo ini pun mengungkapkan bahwa yang harus dilakukan untuk menyelesaikan masalah tekor neraca perdagangan adalah industrialisasi dan tidak mengekspor komoditas mentah.

Adapun, langkah yang sudah dilakukan pemerintah guna mengurangi impor minyak untuk bahan bakar adalah memproduksi serta mengolah avtur da solat di tanah air.

Jokowi bilang, produksi solar dan avtur pun membuat Indonesia tidak lagi mengimpor minyak terhitung Mei 2019.

"Kalau semua kok impar impor, sampai kapanpun defisit pasti nggak usah diceritain. Yang paling penting itu bagaimana menyelesaikan persoalan itu," ungkap dia.

(hek/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed