Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 22 Mei 2019 11:24 WIB

Ide Unik Buwas di Bulog: Bikin Nasi Kuning Sachet hingga Bekatul

Puti Aini Yasmin - detikFinance
Foto: Grandyos Zafna Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog, Budi Waseso terus menciptakan inovasi di Bulog. Salah satu yang digagas, yakni nasi kuning dan briyani dalam bentuk sachet.

Menurut Buwas, Bulog harus terus berinovasi di bidang produk pertanian. Hal ini dilakukan agar beras Bulog dapat diterima di pelosok Indonesia.

"Bulog nggak boleh pasif, membeli, menjual dan penugasan, nggak bisa, kita kan punya stok. Berpikir inovasi, inovatif, tanggung jawab, dan soal beras supaya bisa masif harus tersebar di seluruh wilayah ini kedaulatan pangan," kata dia dalam Blak-blakan dengan detikcom di Gedung Bulog, Jakarta, Selasa (21/5/2019).

Apalagi, kata Buwas, di era modern seperti ini produk dengan kemasan yang praktis lebih disukai. Maka dari itu, ia pun berinovasi membuat macam-macam olahan beras yang berisikan bumbu sehingga bisa langsung dimasak.


Ia mencontohkan, produk olahan beras yang dimaksud, seperti nasi kuning, briyani, hingga rames.

"Saya produksi dan kemasan ada beras briyani yang di dalamnya ada bumbu, masak beras briyani dan beras rendang ini juga produknya beras briyani kita produksi. Nasi kuning, ada nasi rames, nasi macam-macam lah yang kita buat lah," ungkap dia.



Selain itu, Buwas juga berinovasi makanan dengan memanfaatkan kulit luar padi bernama bekatul. Makanan ini dinilai memiliki nutrisi yang lebih tinggi daripada beras.

"Produksi beras lain dan membuat dari produksi beras nutrisi tinggi, yaitu bekatul. Itu ada mesin beras mengeluarkan dedek yang halus dan bagus," katanya.


Bahkan, Buwas sendiri mengaku mengonsumsi produk bekatul ini sebagai sarapan sehari-harinya. Sebab, bekatul jauh lebih mengenyangkan dibanding nasi.

"Saya sahur kalau tidak puasa sarapan bekatul, semenjak pangkat kapten kalau orang beli dedek untuk ayam, dedek kan kasar, saya ayak. Sekarang produksi sudah bagus, mesin modern, bekatul saya ayak, saya simpen di toples," jelas dia.

Sementara itu, ia menjelaskan saat ini produk tersebut masih dalam tahap uji coba pasar. Harapannya, produk dapat segera diterima dan dipasarkan.

"Ini belum promosi, ini kita lagi menyiapkan produk secara massal ini tes dulu kalau sudah produksi banyak seluruh Indonesia kita siapkan promosinya," tutup dia. (zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed