Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 29 Mei 2019 16:48 WIB

Sarinah Siapkan Logo Baru Pengganti 'Inah' Korban Aksi 22 Mei

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Lisye/detikcom Foto: Lisye/detikcom
Jakarta - Aksi demonstran 22 Mei 2019 menyebabkan berbagai kerusakan di fasilitas publik. Salah satunya pusat perbelanjaan Sarinah yang logo utamanya hanya tersisa 'Inah'. Menurut Presiden Direktur Sarinah Gusti Ngurah Putu Sugiarta Yasa, targetnya Sarinah dapat baik seperti semula sebelum lebaran.

"Kerusakan sudah diperbaiki. Kerusakan kita kecil ya, kita di halaman sama pagar saja. Logo sedang kita order, nanti kita pasang lagi. Insyaallah banyak yang kita perbaiki juga. Karena tamannya diganti pohon ini lagi proses, tapi di taman tidak terlalu banyak kerusakan," jelas Gusti, usai menghadiri acara penandatanganan nota kesepahaman antara BP Batam, PLMP Fintech, dan PT Central Distribusi Batam dalam pembuatan blockchain, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Rabu (29/5/2019).

Gusti menargetkan, proses perbaikan pekarangan Sarinah dapat rampung sebelum lebaran.

"Mudah-mudahan tidak lama. Saya harapkan sebelum hari raya bisa terbenahi. Tapi kan memang untuk pesan nama, vendor sudah tutup semua, sudah libur semua. Kita tidak bisa kerjakan sendiri, vendor-vendornya yang tutup. Mudah-mudahan setelah hari raya cepat selesai," kata dia.


Lalu, karena kisruh tersebut, Gusti akui adanya penurunan pengunjung Sarinah karena dampak dari kisruh 22 Mei kemarin. Meskipun telah beroperasi kembali sejak 25 Mei kemarin, namun jumlah pengunjung turun sebanyak 20%.

"Pengunjungnya mungkin turun hampir 20% ya. Jadi pengunjung jelas pasti berkurang. Tapi sekarang karena sudah mendekati hari raya pasti masyarakat butuh kebutuhan pendukung hari raya. Insyaallah meningkat lagi," ungkap Gusti.

Lalu, Gusti juga menyampaikan bahwa dengan tutupnya Sarinah selama 4 hari terhitung sejak 21-24 Mei 2019, pihaknya kehilangan pendapatan sebesar kurang lebih Rp 1,5 miliar. Karena, pendapatan retail Sarinah per harinya dapat mencapai rata-rata Rp 500 juta.

"Dari penjualan ada peluang yang hilang. Artinya kita rata-rata sehari dapat pendapatan di toko Rp 500 juta, itu potential loss-nya. Kurang lebih segitu (Rp 1,5 M)," tambah dia.

(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com